
MUARA TEWEH (TABIRkota) – Bara Indah Sinergi (BIS) Group yang beroperasi di Kabupaten Barito Utara (Barut), Kalimantan Tengah (Kalteng) meluncurkan pelatihan operator alat berat melalui program Green Training Operator (GTO) sebagai wujud komitmen perusahaan dalam mendukung peningkatan Sumber Daya Manusia (SDM) lokal.
Kepala Teknik Tambang (KTT) PT Unggul Nusantara, Taufiq Alathas mewakili BIS Group mengatakan, GTO telah diluncurkan secara resmi pada 23 Juli lalu sebagai bagian dari program Corporate Social Responsibility (CSR) perusahaan.
“Program pelatihan operator alat berat tersebut dirancang untuk mencetak tenaga kerja lokal yang kompeten, berkarakter serta memiliki pemahaman terhadap aspek keselamatan kerja dan pengelolaan lingkungan sesuai prinsip Good Mining Practice,” katanya di Muara Teweh, ibu kota Barito Utara, Kamis (6/8).
Pada angkatan pertama, GTO diikuti 12 peserta yang berhasil lolos dari proses seleksi ketat yang meliputi tes kemampuan intelektual, psikotes dan pemeriksaan kesehatan yang dipilih dari 24 pendaftar yang berasal dari tiga desa lingkar tambang, masing-masing Desa Lemo I, Lemo II dan Kamawen.
Selama pelatihan, peserta memperoleh pembekalan teori keselamatan kerja dan lingkungan, praktik pengoperasian alat berat secara bertahap bersama instruktur profesional bersertifikat, hingga penguatan karakter melalui pelatihan disiplin, kepemimpinan, komunikasi, integritas, dan kerja sama tim.
Menurut Taufiq Alathas pelatihan tersebut menjadi pintu dan bekal untuk persiapan bagi para pemuda desa di lingkar tambang untuk mendapatkan masa depan yang lebih baik.
"Pembinaan yang dilakukan memang keras, tetapi hal itu akan menjadi modal kemampuan yang dapat diimplementasikan di masa yang akan datang," katanya.
Program Green Training Operator merupakan investasi jangka panjang perusahaan dalam menyiapkan sumber daya manusia lokal yang berkualitas sekaligus mendukung operasional pertambangan yang aman dan berkelanjutan.
Melalui Green Training Operator, BIS Group tidak hanya membekali peserta dengan kemampuan mengoperasikan alat berat, tetapi juga menanamkan budaya keselamatan kerja, kepedulian terhadap lingkungan, serta karakter profesional.
Ia menambahkan, para peserta nantinya diharapkan menjadi tenaga kerja yang kompeten, berintegritas dan mampu bersaing di dunia kerja, baik di sektor pertambangan maupun sektor lainnya.
“Keterlibatan penduduk lokal dalam pengembangan kompetensi menjadi bagian penting dari komitmen perusahaan untuk menciptakan nilai bersama (creating shared value) antara perusahaan dan masyarakat,” tambahnya.
Sementara itu, KTT PT Lautan Hutan Lestari, Ragil Winahyu mengatakan, program GTO menjadi salah satu pilar utama pelaksanaan CSR BIS Group yang mengintegrasikan pembelajaran teori, praktik lapangan, dan pembinaan karakter.
“Dengan pendekatan tersebut, lulusan program diharapkan tidak hanya siap bekerja di sektor pertambangan, tetapi juga memiliki kompetensi yang dapat diterapkan pada berbagai sektor industri,” katanya.
Trainer BIS Group jobsite Unggul Nusantara, Arindra Yogiswara, menambahkan bahwa program tersebut dilaksanakan untuk memberikan kesempatan kepada warga lokal di sekitar perusahaan agar memiliki kemampuan sebagai tenaga siap kerja.
"Melalui program tersebut, diharapkan dapat membentuk mindset dan karakter peserta menjadi operator yang berkualitas serta mampu memberikan kontribusi yang lebih baik untuk tercapainya produksi dan proses bisnis pertambangan,” tambahnya.
BIS Group sendiri berkomitmen untuk terus menghadirkan program pemberdayaan masyarakat yang inklusif, berkelanjutan, dan memberikan dampak positif bagi peningkatan kualitas sumber daya manusia di wilayah operasional perusahaan. (ded/ra)




