
BARABAI (TABIRkota) — Bunda Literasi Kabupaten Hulu Sungai Tengah (HST), Kalimantan Selatan (Kalsel), Deni Era Yulyantie luncurkan buku cerita rakyat dan antologi puisi penyair setempat, di Pendopo Bupati, Arba (24/6).
Menurutnya, karya sastra merupakan media edukasi sekaligus sarana menjaga warisan budaya daerah.
“Budaya lokal harus tetap lestari dan terus diwariskan, salah satunya melalui karya sastra, karena nilai budaya daerah dapat terus hidup di tengah masyarakat,” ujarnya.
Peluncuran tersebut, katanya, merupakan upaya pelestarian budaya lokal dan meningkatkan minat literasi masyarakat HST.
“Melalui buku Sampana Carita Intingan dan Dayuhan serta Antologi Puisi Penyair HST Ziarah Embun, budaya lokal terdokumentasikan untuk diwariskan,” katanya.
Sementara itu, Kepala Dinas Pemuda, Olahraga Kebudayaan, Pariwisata, dan Ekonomi Kreatif (Diporabudparekraf) HST, Muhammad Ramadlan menambahkan, pemerintah daerah mendorong ruang kreatif bagi seniman dan penulis lokal sebagai bagian dari upaya pelestarian budaya daerah.
“Karya sastra daerah penting agar cerita rakyat dan kekayaan budaya Banua tidak hilang seiring perkembangan zaman serta dapat dikenal hingga ke luar daerah,” tambahnya.
Diharapkan minat membaca, semangat berkarya dan kepedulian masyarakat terhadap budaya lokal semakin meningkat, sehingga warisan budaya daerah tetap terjaga untuk generasi mendatang. (fer)




