10 Hari Menghilang, Lansia di Malawaken Barito Utara Ditemukan Selamat Meski Kehilangan Jari Kaki

“Korban ditemukan sekitar pukul 11.00 WIB di tepi Sungai Lalemo oleh tiga orang warga yang sedang mencari burung di kawasan hutan Malawaken”

Tenaga medis Pustu Malawaken memeriksa kondisi korban yang menyebabkan satu jari kakinya hilang (foto: TABIRkota/bpbd barut)

MUARA TEWEH (TABIRkota) – Seorang perempuan lanjut usia (lansia) Bernama Ta’a (86) yang dilaporkan hilang selama sepuluh hari di hutan Desa Malawaken, Kabupaten Barito Utara (Barut), Kalimantan Tengah (Kalteng), berhasil ditemukan dalam kondisi selamat meski korban kehilangan satu jari kakinya.

Kepala Pelaksana (Kalak) Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Barito Utara, Mochamad Ikhsan melalui Kepala Bidang (Kabid) Kedaruratan dan Logistik (Darlog) Rizali Hadi mengatakan, korban ditemukan dalam kondisi lemas di tepian Sungai Lalemo pada Selasa (16/6) siang.

“Korban ditemukan sekitar pukul 11.00 WIB oleh tiga orang yang sedang mencari burung di kawasan hutan Malawaken,” ujarnya di Muara Teweh, ibu kota Barito Utara, Arba (17/6).

Ketiga pencari burung tersebut melihat seorang perempuan lanjut usia sedang duduk di tepi Sungai Lalemo dan setelah dilakukan pengecekan, diketahui perempuan tersebut adalah korban yang selama ini menjadi objek pencarian tim SAR Gabungan.

Ketiga pencari burung tersebut, katanya, kemudian memberikan pertolongan dan mengantar korban menuju Pelabuhan Feri Penyeberangan Malawaken untuk diserahkan kepada pihak keluarga.

“Berdasarkan hasil pemeriksaan awal yang dilakukan tenaga medis Pustu Malawaken, kondisi korban secara umum dalam keadaan sadar,” katanya.

Namun ditemukan adanya kondisi fisik berupa luka yang menyebabkan hilangnya jari kaki manis sebelah kanan, sehingga memerlukan penanganan dan observasi lebih lanjut oleh tenaga kesehatan.

Ia menambahkan, BPBD mengapresiasi seluruh unsur yang terlibat dalam operasi pencarian, mulai dari tim BPBD, aparat desa, relawan, masyarakat dan pihak keluarga korban.

“Kerja sama yang baik antara tim gabungan dan masyarakat menjadi faktor penting hingga korban akhirnya berhasil ditemukan dengan selamat,” tambahnya.

Kepada masyarakat diimbau untuk meningkatkan kepedulian terhadap anggota keluarga lanjut usia, terutama yang memiliki keterbatasan fisik maupun kondisi kesehatan tertentu.

Dengan ditemukannya korban yang dilaporkan hilang pada 6 Juni tersebut, operasi pencarian resmi dinyatakan selesai dan seluruh personel yang terlibat kembali ke satuan masing-masing. (ded/ra)

Pewarta: Mardedi

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Next Post

Tabrakan Kapal di Perairan Labuan Mas Kotabaru, Tim SAR Gabungan Cari Satu Korban Hilang

Rab Jun 17 , 2026
"Kecelakaan laut terjadi saat kapal penggereka ikan, KM Mega Harapan bertabrakan dengan kapal penumpang di sekitar perairan Labuan Mas"

You May Like

TABIRklip