
MUARA TEWEH (TABIRkota) – Lembaga Pengembangan Bisnis (LPB) Hadaduhup Itah Parajakian atau Hatapa yang didirikan untuk memberdayakan dan mengembangkan Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) di Kabupaten Barito Utara (Barut), Kalimantan Tengah (Kalteng), menggelar Pelatihan Ikan Nila sebagai wujud komitmen membantu UMKM naik kelas.
Menurut perwakilan LPB Hatapa, Amirullah, kegiatan pelatihan tersebut telah dilaksanakan di Balai Perikanan Budidaya Air Tawar (BPBAT) Mandiangin, Kabupaten Banjar, Kalimantan Selatan (Kalsel) pada 19 dan 20 Mei lalu.
“Kegiatan pelatihan diikuti enam UMKM pilot bidang perikanan binaan LPB Hatapa untuk meningkatkan kapasitas dan keterampilan dalam pengelolaan budidaya ikan nila secara mandiri serta berkelanjutan,” ujarnya di Muara Teweh, ibu kota Barut, Senin (25/5).

Hari pertama pelatihan diisi dengan pemberian materi teori dan dilanjutkan dengan praktek lapangan pada hari kedua di Instalasi Bincau, BPBAT Mandiangin.
Ia mengatakan, materi teori meliputi pengenalan ikan nila, pemilihan indukan berkualitas, dasar-dasar pembenihan ikan nila, teknik pemijahan, pengelolaan kualitas air, hingga tahapan pendederan sebagai upaya menunjang keberhasilan budidaya ikan nila secara berkelanjutan.
“Materi disampaikan secara interaktif dan aplikatif sehingga peserta dapat memahami dasar pembenihan ikan nila dengan lebih baik,” katanya.
Memasuki hari kedua, peserta melaksanakan praktek langsung di Instalasi Bincau – BPBAT Mandiangin di bawah bimbingan instruktur Koordinator Instalasi Budidaya Ikan Bincau, Juliansyah bersama tim teknisi komoditas ikan nila di Instalasi Budidaya Ikan Bincau.
Pada kegiatan praktek tersebut, tambahnya, peserta belajar seleksi indukan, teknik pemijahan, penanganan benih, teknik pendederan, hingga pengamatan kolam budidaya, sehingga dapat memahami proses pembenihan ikan nila dari tahap awal hingga pendederan secara nyata di lapangan.
“Melalui kegiatan pelatihan tersebut, diharapkan UMKM binaan LPB Hatapa dapat meningkatkan pengetahuan dan keterampilan dalam bidang perikanan, sekaligus menumbuhkan pelaku usaha pembenihan serta penyedia bibit ikan nila unggul dengan kualitas benih yang baik, asal indukan yang jelas dan bersertifikat,” tambahnya.
Selain menjadi sarana peningkatan kapasitas, kegiatan pelatihan juga diharapkan mampu membuka peluang usaha baru di sektor perikanan serta mendukung peningkatan ekonomi masyarakat melalui budidaya ikan nila yang berkelanjutan.
LPB Hatapa dibentuk melalui kolaborasi antara PT Pamapersada Nusantara (PAMA), PT Suprabari Mapanindo Mineral (SMM) dan Yayasan Dharma Bhakti Astra (YDBA).
LPB Hatapa berfokus untuk membantu UMKM lokal agar bisa “naik kelas” dan mandiri secara ekonomi melalui 4 pilar, yaitu pelatihan, pendampingan usaha, fasilitasi pasar, dan fasilitasi pembiayaan. (rls/ra)




