
MUARA TEWEH (TABIRkota) – PT Pamapersada Nusantara Site SMMS, PT SMM dan Yayasan Astra-YDBA, melalui Lembaga Pengembangan Bisnis (LPB) Hatapa, Kabupaten Barito Utara (Barut), Kalimantan Tengah (Kalteng), menggelar pelatihan Good Manufacturing Practices (GMP) bagi pelaku UMKM sebagai upaya meningkatkan kualitas dan daya saing produk pangan olahan.
Menurut Koordinator LPB Hatapa, Arnold, kegiatan pelatihan untuk menunjang UMKM di Barut naik kelas tersebut, telah dilaksanakan pada Jumat (25/4) lalu.
“Kegiatan pelatihan dilaksanakan di Hayak Tamara Syariah Hotel yang diikuti 14 UMKM binaan LPB Hatapa, yang bergerak di sektor pangan olahan,” ujarnya di Muara Teweh, ibu kota Barut, Senin (27/4).
Ia mengatakan, pelatihan tersebut menghadirkan instruktur dari Dinas Kesehatan (Dinkes) Barut, Nurmiati, yang memaparkan materi terkait penerapan GMP sesuai standar keamanan pangan.
“Materi yang disampaikan meliputi pemilihan bahan baku yang aman, standar bangunan dan fasilitas produksi, higienitas karyawan, pengelolaan limbah serta pentingnya menjaga kebersihan dalam setiap proses produksi,” katanya.
Ia menambahkan, pelatihan tersebut merupakan bagian dari pembinaan berkelanjutan kepada UMKM.
“Ke depan, LPB Hatapa akan terus menghadirkan program lanjutan seperti pelatihan Quality Control (QC), SOP UMKM, K3 dan pengelolaan limbah serta pendampingan usaha guna mendorong UMKM naik kelas,” tambahnya.
Selama pelatihan berlangsung, peserta terlihat antusias dengan aktif bertanya dan berdiskusi terkait penerapan GMP dalam usaha masing-masing.
Hal tersebut menunjukkan komitmen pelaku UMKM di Barut untuk meningkatkan kualitas produk agar lebih aman, higienis dan mampu bersaing di pasar yang lebih luas.
Melalui kegiatan tersebut, LPB Hatapa berharap para pelaku UMKM dapat menerapkan standar produksi yang baik secara konsisten, sehingga mampu membangun kepercayaan konsumen dan meningkatkan nilai tambah produk. (ded/ra)




