
PARINGIN (TABIRkota) – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Balangan, Kalimantan Selatan (Kalsel) menggelar forum Bedah Indikator Makro Daerah sebagai langkah strategis untuk mendorong percepatan dan peningkatan capaian pembangunan.
Kegiatan yang diinisiasi Badan Perencanaan Pembangunan Riset dan Inovasi Daerah (Bapperida) Balangan bekerja sama dengan Badan Pusat Statistik (BPS) setempat tersebut, dilaksanakan di Paringin, ibu kota Balangan, Arba (17/6).
Menurut Kepala Bapperida Balangan, Rakhmadi Yusni, forum tersebut bertujuan menyinkronkan seluruh program kerja agar lebih tepat sasaran demi kesejahteraan masyarakat Bumi Sanggam (sebutan lain untuk Balangan, red).
“Dalam forum tersebut dibahas tentang Indeks Pembangunan Manusia (IPM), pertumbuhan ekonomi, tingkat kemiskinan, hingga Tingkat Pengangguran Terbuka (TPT) menjadi fokus utama pembahasan,” ujarnya.
Kegiatan tersebut, katanya, bertujuan meningkatkan pemahaman perangkat daerah terhadap indikator makro pembangunan, sekaligus menyelaraskan langkah strategis dalam mendorong peningkatan capaian pembangunan melalui program dan kebijakan pemerintah.
“Penyamaan persepsi terkait indikator makro daerah menjadi penting, agar seluruh perangkat daerah memiliki pemahaman yang sama dalam merancang program pembangunan,” katanya.
Ia menambahkan, seluruh capaian pembangunan daerah pada akhirnya diukur melalui data statistik.
“Karena itu, pemahaman yang baik terhadap indikator makro akan membantu perangkat daerah dalam menyusun kebijakan yang lebih tepat sasaran dan berbasis data,” tambahnya.
Sementara itu, Kepala BPS Balangan, Sigit Purnomo mengatakan, peningkatan indikator makro tidak dapat dicapai secara instan ataupun hanya melalui satu program tertentu.
“Program yang dilaksanakan harus tepat sasaran, karena dampaknya terhadap indikator makro tidak bisa langsung terlihat dalam satu tahun, tetapi memerlukan proses dan kesinambungan agar hasilnya tercermin dalam data statistik,” katanya.
Sebagai contoh, Tingkat Pengangguran Terbuka (TPT) yang memerlukan pemahaman mendalam terhadap karakteristik pencari kerja.
Dengan mengetahui kondisi dan kebutuhan masyarakat, tambahnya, pemerintah dapat menyusun intervensi yang lebih efektif, termasuk mendorong penciptaan lapangan kerja di sektor formal.
“Penggunaan data yang akurat dan terukur menjadi faktor penting dalam mendukung keberhasilan program pembangunan daerah,” tambahnya.
Melalui kegiatan Bedah Indikator Makro Daerah tersebut, perangkat daerah diharapkan semakin optimal dalam memanfaatkan data statistik sebagai dasar pengambilan keputusan, sehingga program pembangunan yang dijalankan dapat lebih efektif, terukur dan sesuai dengan kebutuhan masyarakat. (fer/ra)




