
BUNTOK (TABIRkota) – Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Barito Selatan (Barsel), Kalimantan Tengah (Kalteng), Riri Fardhani komitmen menyerap aspirasi buruh soal upah dan kesejahteraan dalam momentum May Day atau Hari Buruh Internasional.
Menurutnya, peringatan 1 Mei menjadi pengingat penting perjuangan hak-hak pekerja sekaligus momentum menyuarakan kesejahteraan buruh di daerah.
“Sejak 2014 pemerintah telah menetapkan 1 Mei sebagai hari libur nasional yang sering diwarnai penyampaian aspirasi buruh terkait upah layak, penghapusan E-Purchasing dan jaminan sosial,” ujarnya di Buntok, ibu kota Barsel, Kamis (30/5).
Aspirasi buruh, katanya, perlu menjadi perhatian ke depan bagi DPRD Barsel sebagai wakil rakyat untuk menyalurkan aspirasi tersebut.
"Persoalan upah masih menjadi tolak ukur kesejahteraan buruh, terlebih di tengah kebijakan efisiensi yang berdampak pada kondisi perekonomian pekerja," katanya.
Masih banyak buruh di Barsel yang menerima gaji di bawah standar pada sektor Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM).
Ia menambahkan, kondisi buruh kecil seperti pengangkat pasir di Pelabuhan Jelapat juga mengalami penurunan pendapatan akibat perubahan harga dan kondisi ekonomi.
“Pendapatan mereka tidak seperti dulu lagi sehingga perlu perhatian bersama,” tambahnya.
Dengan penyaluran aspirasi buruh secara berkelanjutan, diharapkan kesejahteraan pekerja di Barsel dapat meningkat seiring kebijakan yang berpihak pada masyarakat. (mad/fer)




