
KOTABARU (TABIRkota) – Sekretaris Daerah (Sekda) Kotabaru, Kalimantan Selatan (Kalsel), Eka Saprudin mendorong jajaran RSUD Pangeran Jaya Sumitra agar melakukan inovasi pelayanan kesehatan, termasuk sistem penilaian kepuasan masyarakat yang mudah diakses.
Hal tersebut disampaikan Eka Saprudin saat membuka kegiatan Forum Konsultasi Publik (FKP) yang dilaksanakan RSUD Pangeran Jaya Sumitra di Meeting Room Lantai 5 Hotel Grand Surya, Kotabaru, Selasa (28/4).
Menurutnya, FKP merupakan forum yang penting sebagai sarana evaluasi pelayanan publik.
“FKP bukan sekadar formalitas, tetapi momentum untuk memperbaiki kualitas pelayanan,” katanya.
Ia mengatakan, kritik dan saran dari masyarakat harus dijadikan bahan utama dalam pembenahan, terutama di sektor kesehatan yang menyangkut kebutuhan dasar.
“Yang tidak kalah penting adalah, sikap ramah, Ikhlas dan profesional dari tenaga kesehatan, dalam memberikan pelayanan kepada masyarakat,” katanya.
Ia menambahkan, FKP yang dilaksanakan, merupakan wujud komitmen RSUD Pangeran Jaya Sumitra dalam uapay meningkatkan mutu pelayanan kesehatan.
“Forum ini menjadi ruang strategis untuk menyerap berbagai masukan, kritik dan aspirasi dari masyarakat serta pemangku kepentingan,” tambahnya.
Tujuannya, mendorong layanan kesehatan yang semakin efektif, transparan dan akuntabel, sekaligus memperkuat komunikasi antara rumah sakit dan masyarakat sebagai pengguna layanan.
Sementara itu, Kepala Instalasi Gawat Darurat (IGD) RSUD Pangeran Jaya Sumitra, H Aswin Febria mengatakan, IGD sebagai garda terdepan rumah sakit beroperasi selama 24 jam penuh.
“Penanganan pasien ditargetkan kurang dari lima menit sejak tiba di IGD, dengan pelayanan berdasarkan tingkat kegawatdaruratan tanpa membedakan status jaminan,” katanya.
Tingginya kebutuhan layanan di IGD RSUD Pangeran Jaya Sumitra tercermin dari rata-rata kunjungan pasien yang mendekati 1.000 orang setiap bulan.
Ia menambahkan, Kotabaru telah mencapai Universal Health Coverage (UHC), sehingga seluruh masyarakat memiliki jaminan akses layanan kesehatan, meski sejumlah tantangan masih dihadapi, mulai dari keterbatasan ruang hingga optimalisasi sistem rujukan.
“Perbaikan terus kami lakukan, baik melalui penguatan alur layanan, peningkatan koordinasi, hingga monitoring dan evaluasi berkala,” tambahnya.
Pada kegiatan tersebut, sekaligus dilaksanakan penandatanganan berita acara FKP oleh Pelaksana Harian (Plh) Direktur RSUD Pangeran Jaya Sumitra, Nasar Radfan.
Melalui forum tersebut, diharapkan terbangun sinergi yang kuat antara pemerintah, penyedia layanan dan masyarakat, guna mendorong peningkatan kualitas pelayanan kesehatan dan derajat kesehatan masyarakat di Kotabaru.
Kegiatan ini turut dihadiri perwakilan BPJS Kesehatan, organisasi profesi, dewan pengawas rumah sakit, serta jajaran SKPD di lingkup Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Kotabaru. (cah/ra)




