530 ODGJ Terdata di HST

“Saat ini, jumlah ODGJ di HST mencapai 530 orang, meningkat dibandingkan tahun sebelumnya, yakni 516 orang”

TRC Kemensos RI saat mengevakuasi ODGJ yang dipasung di Kecamatan Limpasu, HST untuk dibawa ke RSJ Sambang Lihum (foto: TABIRkota/rasta albanjari)

BARABAI (TABIRkota) — Berdasarkan data Dinas Sosial (Dinsos) Kabupaten Hulu Sungai Tengah (HST), Kalimantan Selatan (Kalsel) saat ini jumlah Orang Dalam Gangguan Jiwa (ODGJ) mencapai 530 orang.

Menurut Kepala Dinas Sosial (Dinsos) HST, H Syahbidin, mekanisme pendataan ODGJ tersebut dilaksanakan sejak awal Januari lalu.

“Kami berkoordinasi dengan pihak Kecamatan untuk menyurati desa-desa agar mendata jumlah ODGJ di wilayahnya masing-masing,” ujarnya, di Barabai, Ibu Kota HST, Selasa (21/5).

Dari hasil pendataan, katanya, saat ini jumlah ODGJ di HST mencapai 530 orang, cukup meningkat dibandingkan tahun sebelumnya, yakni 516 orang.

“Spesifikasi orang yang memiliki gangguan secara kejiwaannya adalah tidak bisa mengurus diri sendiri dan membahayakan orang lain,” katanya.

BACA JUGA :  Perangi Judi Online, Dandim 1002/HST akan Sanksi Tegas Prajurit yang Terlibat

Saat ini, belum ada tenaga khusus penanganan ODGJ yang membahayakan, namun untuk penanganan tersebut pihak Dinsos HST berkoordinasi dengan Satpol PP setempat.

Setelah diamankan, tambahnya, ODGJ yang membahayakan akan dibawa ke Unit Gawat Darurat (UGD) dan melakukan identifikasi orang tersebut.

“Kalau memang ODGJ tersebut ada keluarganya, maka akan dihubungi, namun jika tidak, kami tetap mencoba proses identifikasi,” tambahnya.

Kepada masyarakat, diimbau jika melihat ODGJ yang membahayakan silahkan hubungi Satpol PP atau kepolisian setempat. (fer)

Uploader: Zidna Rahmana

Pewarta: M Ferian Sadikin

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Next Post

Buka Talkshow Literasi Digital, Kadisdik Banjar Dorong Guru Tingkatkan Kualitas Kekuatan Literasi Digital

Sel Mei 21 , 2024
"Para guru harus mampu mengeksplorasi bagaimana pentingnya kehadiran era digital yang telah mendorong perkembangan dunia pendidikan di setiap daerah di Indonesia, khususnya di Banjar"

You May Like

TABIRklip