Hari Kedua Pencarian, Tim SAR Gabungan Temukan ABK Putra Bugis yang Terjatuh di Laut Jawa

“Korban ditemukan sekitar pukul 11.00 WITA dalam kondisi meninggal dunia kurang lebih 1 NM dari lokasi kejadian”

Tim SAR Gabungan melakukan evakuasi terhadap jasad korban ABK Putra Bugis yang terjatuh dari kapal di Laut Jawa (foto: TABIRkota/hms sar bjm)
Tim SAR Gabungan melakukan evakuasi terhadap jasad korban ABK Putra Bugis yang terjatuh dari kapal di Laut Jawa (foto: TABIRkota/hms sar bjm)

Hari Kedua Pencarian, Tim SAR Gabungan Temukan ABK Putra Bugis yang Terjatuh di Laut Jawa

PELAIHARI (TABIRkota) – Tim SAR Gabungan berhasil menemukan Anak Buah Kapal (ABK) Putra Bugis bernama Baco (50), yang sebelumnya dilaporkan hilang setelah diduga terjatuh dari kapal di wilayah perairan Laut Jawa, Kalimantan Selatan (Kalsel).

Kepala Kantor Basarnas Banjarmasin, I Putu Sudayana selaku SAR Mission Coordinator (SMC) mengatakan, korban ditemukan pada Jumat (6/11) dalam kondisi meninggal dunia (MD) sekitar 1 nautical mile dari lokasi kejadian.

“Korban ditemukan sekitar pukul 11.00 WITA dan selanjutnya dievakuasi menggunakan unsur SAR menuju Desa Muara Kintab, Kecamatan Tanah Laut (Tala) untuk diserahkan kepada pihak keluarga,” katanya melalui keterangan tertulis yang diterima TABIRkota.com.

Sebelumnya, Kantor Pencarian dan Pertolongan (Basarnas) Banjarmasin menerima laporan kejadian pada Kamis (5/11) pukul 06.50 WITA dari keluarga korban, Fajar Gunawan.

Berdasarkan informasi yang diterima, disebutkan pada Arba (4/11) sekitar pukul 02.00 WITA, Kapal Putra Bugis yang ditumpangi korban sedang melakukan aktivitas pengangkatan jaring.

Saat itu, korban terlihat muntah-muntah sehingga nakhoda kapal memerintahkannya untuk beristirahat, namun yang bersangkutan tetap melanjutkan aktivitas menuju bagian belakang atau buritan kapal.

Setelah proses pengangkatan jaring selesai, ABK lainnya melakukan pengecekan dan mendapati korban sudah tidak berada di lokasi.

Basarnas Banjarmasin melalui Pos SAR Kotabaru mengerahkan tim rescue menggunakan Rigid Inflatable Boat (RIB) untuk melakukan pencarian bersama Lanal Kintab, Kapal Putra Bugis, serta nelayan Muara Kintab.

Menurut I Putu Sudayana, evakuasi berlangsung dengan memperhatikan kondisi cuaca dan gelombang laut yang mencapai ketinggian sekitar 0,5 hingga 0,75 meter.

“Meskipun terdapat kendala berupa gelombang laut, namun seluruh unsur SAR tetap berkoordinasi sehingga proses evakuasi dapat berjalan dengan lancar,” ujarnya.

Ia menambahkan, pukul 18.00 WITA, Tim SAR Gabungan tiba di Dermaga Muara Kintab dan menyerahkan korban kepada pihak keluarga.

“Pukul 18.20 WITA dilaksanakan debriefing sebagai tanda berakhirnya pelaksanaan operasi dan seluruh unsur SAR dikembalikan ke kesatuan masing-masing serta Operasi SAR resmi diusulkan untuk ditutup,” tambahnya.

Basarnas Banjarmasin mengimbau seluruh awak kapal dan nelayan agar senantiasa mengutamakan keselamatan saat beraktivitas di laut, menggunakan alat pelindung diri serta perlengkapan yang memadai dan meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi kecelakaan selama bekerja di atas kapal. (rls/ra)

TABIRkota

Dari Banua Untuk Dunia

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Next Post

Buka MTQ ke-51 Tingkat Kabupaten, Bupati Tabalong Ajak Bumikan Alquran

Jum Nov 6 , 2026
“MTQ ke-51 Tingkat Kabupaten Tabalong diikuti 541 peserta dari 12 kafilah kecamatan untuk mengikuti berbagai cabang lomba, seperti tilawah, tartil, tahfiz, syarhil, fahmil, kaligrafi dan karya tulis ilmiah Alquran”
Bupati Tabalong didampingi Ketua TP PKK setempat, Hj Desi Suryanti Noor Rifani bersama pejabat lainnya, memukul rebana sebagai tanda dibukanya gelaran MTQ ke-51 Tingkat Kabupaten (foto: TABIRkota/ist)

You May Like

TABIRklip