
KOTABARU (TABIRkota) – Bupati Kotabaru, Kalimantan Selatan (Kalsel), Muhammad Rusli meminta Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) setempat untuk melakukan pemetaan wilayah-wilayah yang masih mengalami “blank spot”, sebagai bagian dari upaya pengembangan akses komunikasi.
Menurutnya, selain pemetaan wilayah blank spot, Diskominfo Kotabaru juga agar melaksanakan koordinasi dengan PT Telkom Indonesia (Persero) Tbk.
“Kebutuhan jaringan telekomunikasi semakin mendesak seiring pengembangan kawasan perkotaan dan pusat perkantoran di daerah,” ujarnya di Kotabaru, Kamis (17/9).
Ia mengatakan, pembangunan kawasan pemerintahan harus dibarengi dengan infrastruktur komunikasi yang memadai.
“Jangan sampai aparatur maupun masyarakat, justru kesulitan mendapatkan layanan jaringan komunikasi,” katanya.
Ia menambahkan, pemetaan wilayah blank spot diperlukan untuk menentukan lokasi yang membutuhkan pembangunan tower maupun penguatan jaringan.
“Jaringan telekomunikasi kini bukan lagi sekadar kebutuhan untuk menelepon atau berkirim pesan, tetapi juga dibutuhkan untuk mendukung pendidikan, aktivitas ekonomi, pelayanan pemerintahan, hingga berbagai layanan publik,” tambahnya.
Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Kotabaru sendiri siap mendukung pembangunan infrastruktur telekomunikasi sepanjang mengikuti ketentuan yang berlaku.
Karena itu, instansi terkait, dalam hal ini Diskominfo Kotabaru, diminta untuk segera berkoordinasi dengan PT Telkom Indonesia (Persero) Tbk, agar kebutuhan jaringan akses komunikasi serta penguatan sinyal dapat diwujudkan. (adv)




