“Dikepung” Karhutla Berbulan-Bulan, Ekosistem Hutan di Barsel Kalteng Rusak

“Karhutla bukan hanya menyebabkan kabut asap, tetapi juga kerusakan ekosistem hutan karena matinya berbagai jenis tumbuhan dan satwa”

Kalak BPBD Barsel, Agus In Nyulius (foto: TABIRkota/akhmad madani)
Kalak BPBD Barsel, Agus In Nyulius (foto: TABIRkota/akhmad madani)

BUNTOK (TABIRkota) – Ekosistem hutan di Kabupaten Barito Selatan (Barsel), Kalimantan Tengah (Kalteng) mengalami kerusakan akibat “dikepung” kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang terjadi selama berbulan-bulan.

Menurut Kepala Pelaksana (Kalak) Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Barsel, Agus In Nyulius, dampak karhutla tidak hanya berupa kabut asap yang mengganggu aktivitas masyarakat.

“Bukan hanya kabut asap, tetapi juga kerusakan ekosistem hutan karena karhutla telah menyebabkan kematian berbagai jenis tumbuhan dan satwa,” ujarnya di Buntok, ibu kota Barsel, Jumat (16/10).

Pihaknya, katanya, berharap ada perhatian dan dukungan lebih lanjut dari pemerintah provinsi maupun pemerintah pusat untuk membantu penanganan karhutla di Barsel.

“Masa tanggap darurat karhutla di Barsel telah berlangsung selama tiga bulan dan berbagai upaya pemadaman terus dilakukan oleh tim gabungan, tetapi kebakaran yang terus terjadi menjadi tantangan berat bagi petugas di lapangan,” katanya.

Ia menambahkan, jumlah titik panas atau hotspot di wilayah Barsel pernah mencapai 700 titik.

“Sementara berdasarkan data BPBD, jumlah hotspot pada Agustus ercatat sebanyak 2.389 titik dan meningkat menjadi 4.965 titik pada September lalu,” tambahnya.

Penanganan karhutla tidak dapat hanya mengandalkan tim pemadam, tetapi membutuhkan kekompakan dan keterlibatan seluruh elemen masyarakat, termasuk pemerintah, aparat, serta warga.

Kesadaran masyarakat untuk tidak membakar lahan sangat penting agar karhutla tidak semakin meluas. (mad/ra)

Pewarta: Akhmad Madani

Journalist - Barito Selatan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Next Post

Buka FSQ XII Tingkat Provinsi, Bupati Kapuas Harap Tumbuhkan Generasi Muda yang Beriman dan Berdaya Saing

Jum Okt 16 , 2026
“Generasi muda yang beriman, berakhlak mulia, kreatif, dan berdaya saing akan menjadi kunci penting untuk mewujudkan pembangunan daerah yang lebih berkah, maju, serta sejahtera”
Bupati Kapuas, HM Wiyatno bersama Wabup, Dodo dan sejumlah kepala daerah menabuh rebana pada pembukaan FSQ XII 2026 (foto: TABIRkota/kipkps)

You May Like

TABIRklip