
KUALA KAPUAS (TABIRkota) – Bupati Kapuas, Kalimantan Tengah (Kalteng), HM Wiyatno menekankan pentingnya sinergi antara organisasi kemasyarakatan (ormas) dengan pemerintah daerah dalam mendukung program pembangunan.
Hal tersebut disampaikan HM Wiyatno saat menghadiri, malam sakral Pengesahan Warga Baru Tingkat I Persaudaraan Setia Hati Terate (PSHT) Cabang Kapuas dan Cabang Pulang Pisau Pusat Madiun di Aula Pemda Tingang Menteng Pananjung Tarung, Kuala Kapuas, Sabtu (4/7).
Menurutnya, sinergi antara ormas seperti PSHT dengan pemerintah daerah, sangat penting, khususnya dalam menjaga situasi Keamanan dan Ketertiban Masyarakat (Kamtibmas) agar tetap kondusif, baik di wilayah Kapuas maupun Pulang Pisau.
"Melalui gemblengan di PSHT, kita harapkan lahir pemimpin-pemimpin masa depan yang memiliki ketahanan mental tinggi untuk membawa daerah semakin maju dan bersinar," ujarnya.
Ia mengatakan, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Kapuas mengapresiasi PSHT yang dinilai konsisten dalam mendidik generasi muda, tidak hanya dalam kemampuan fisik dan bela diri, melainkan juga dalam penanaman akhlak serta moral yang kuat.
"PSHT memiliki nama besar dan sejarah panjang dalam mencetak manusia yang berbudi pekerti luhur, serta tahu benar dan salah,” katanya.
Diharapkan, setelah resmi disahkan, para warga baru dapat menjadi garda terdepan dalam menjaga perdamaian, merawat kebinekaan, dan menciptakan rasa aman di tengah masyarakat.
Sementara itu, Ketua Panitia Pelaksana mengatakan, pengesahan kali ini merupakan gabungan dari dua wilayah administratif, yaitu Cabang Kapuas dan Cabang Pulang Pisau.
“Ratusan peserta yang mengikuti prosesi telah dinyatakan lulus setelah melalui proses latihan fisik, mental, dan spiritual yang panjang selama berbulan-bulan,” katanya.
Acara diisi dengan prosesi inti, yaitu upacara adat pengesahan dan doa bersama, yang berlangsung khidmat, sakral, dan tertib hingga selesai.
Hadir dalam acara tersebut, Sekretaris Daerah (Sekda) Kapuas, Usis I Sangkai beserta Asisten III, Perry Noah, perwakilan Pemkab Pulang Pisau, tokoh adat, tokoh masyarakat, serta perwakilan dari berbagai organisasi pencak silat dan kepemudaan setempat. (adv)




