
MUARA TEWEH (TABIRkota) – PT Suprabari Mapanindo Mineral (SMM) yang beroperasi di Kabupaten Barito Utara (Barut), Kalimantan Tengah (Kalteng), melalui Departemen Corporate Social Responsibility (CSR) mengawali pelaksanaan Program Kampung Iklim di Desa Trahean, Kecamatan Teweh Selatan, sebagai aksi nyata memperingati Hari Lingkungan Hidup Sedunia.
Menurut perwakilan manajemen PT SMM, Abdul Syukur, kegiatan yang dikemas melalui kerja bakti serentak di sembilan RT dan pembuatan Taman 3R di area Kantor Pemerintahan Desa Trahean tersebut, telah dilaksanakan pada 27 Juni lalu.
“Kegiatan dengan tajuk “Saatnya Bekerja untuk Iklim” tersebut, diikuti Pemdes Trahean, warga serta manajemen PT SMM, sebagai penanda bahwa Program Kampung Iklim tidak hanya ditempatkan sebagai agenda seremonial, tetapi sebagai gerakan bersama yang mendorong perubahan perilaku lingkungan dari tingkat desa, RT, hingga rumah tangga,” ujarnya melalui keterangan tertulis yang diterima TABIRkota.com, Arba (1/7).
Salah satu kegiatan utama yang menjadi perhatian adalah pembuatan Taman 3R dengan memanfaatkan ban bekas Dump Truck (DT) sebagai pot tanaman hias, sebagai upaya memperkenalkan prinsip Reduce, Reuse, Recycle (3R) kepada masyarakat melalui contoh sederhana, mudah ditiru dan relevan dengan kondisi desa.
Selain memperkuat pesan pengelolaan sampah dan pemanfaatan kembali barang bekas, Taman 3R juga menjadi simbol penghijauan di ruang publik desa, di mana pemilihan area kantor Pemdes sebagai lokasi, diharapkan dapat menjadi etalase gerakan lingkungan sekaligus pengingat bahwa barang bekas dapat dikelola menjadi sesuatu yang bermanfaat.
Kerja bakti yang dilaksanakan di 9 RT juga diarahkan untuk memperluas dampak program agar tidak berhenti di satu titik kegiatan, sebagai langkah awal untuk memperkuat kesiapan Trahean dalam menjalankan program lingkungan berbasis partisipasi masyarakat.
Abdul Syukur mengatakan, melalui Program Kampung Iklim, PT SMM mendorong Trahean untuk memiliki model pengelolaan lingkungan yang lebih terstruktur, yang diharapkan dapat berkembang pada penguatan kelembagaan masyarakat, pemilahan sampah dari sumbernya, pengurangan sampah residu, pemanfaatan lahan pekarangan, penghijauan desa, serta aksi adaptasi dan mitigasi perubahan iklim lainnya.
“Keterlibatan PT SMM dalam Program Kampung Iklim merupakan bagian dari komitmen perusahaan terhadap pembangunan berkelanjutan, khususnya pada pilar lingkungan dan pemberdayaan masyarakat,” katanya.
PT SMM melihat bahwa keberhasilan program lingkungan tidak hanya diukur dari sarana yang dibangun, tetapi dari tumbuhnya kebiasaan baru yang dijalankan dan dijaga bersama oleh masyarakat.
Ia menambahkan, melalui kegiatan tersebut, PT SMM ingin menghadirkan aksi lingkungan yang sederhana, nyata dan dekat dengan masyarakat.
“Keterlibatan 9 RT menjadi modal penting agar Program Kampung Iklim dapat berjalan lebih merata dan tidak hanya berpusat pada area kantor desa,” tambahnya.
Diharapkan, kegiatan awal tersebut menjadi momentum untuk memperkuat Program Kampung Iklim di Trahean secara berkelanjutan.
Melalui sinergi perusahaan, pemerintah desa dan masyarakat, Trahean diharapkan mampu menjadi desa yang semakin bersih, hijau, adaptif terhadap perubahan iklim, serta memiliki budaya lingkungan yang kuat dari tingkat masyarakat paling dasar. (rls/ra)




