
PARINGIN (TABIRkota) – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Balangan, Kalimantan Selatan (Kalsel), melalui Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) setempat, memperketat pemantauan di wilayah-wilayah rawan kebakaran hutan dan lahan (Karhutla).
Menurut Kepala Pelaksana (Kalak) BPBD Balangan, Rahmi, langkah tersebut dilakukan untuk mengantisipasi titik api kembali membesar dan meluas ke kawasan sekitarnya.
“Dalam upaya antisipasi tersebut, BPBD Balangan melaksanakan monitoring dan patroli lapangan di tiga titik yang sebelumnya teridentifikasi rawan kebakaran,” ujarnya di Paringin, ibu kota Balangan, Kamis (27/8).
Tiga titik tersebut masing-masing dua titik di wilayah Tapau, Desa Mantimin, Kecamatan Batumandi dan satu titik lainnya di wilayah Trans Pupuyuan, Matang Hanau, Lampihong.
Dari hasil pemantauan, katanya, petugas menemukan lahan yang telah terbakar dengan sisa bara dan asap tipis di sejumlah titik.
“Tim kemudian melakukan pengecekan dan pendataan untuk memastikan tidak ada potensi api yang kembali membesar,” katanya.
Ia menambahkan, patroli yang dilaksanakan merupakan bagian dari upaya mitigasi selama pemberlakuan status Siaga Darurat Karhutla yang berlangsung hingga akhir Oktober mendatang.
“Ini bentuk kesigapan Pemkab Balangan untuk memastikan kondisi terkini, memetakan potensi dan segera mengambil langkah penanganan jika masih ada titik api,” tambahnya.
Diakui, penanganan karhutla membutuhkan kolaborasi berbagai pihak melalui sinergi BPBD, TNI-Polri, pemerintah kecamatan dan desa, relawan, serta masyarakat.
Kepada masyarakat diingatkan, agar tidak membuka lahan dengan cara membakar dan segera melaporkan kepada petugas terdekat, apabila menemukan keberadaan asap atau api untuk mencegah kebakaran meluas. (fer/adv)



