
BUNTOK (TABIRkota) — Ketua Jaringan Media Siber Indonesia (JMSI) Kalimantan Tengah (Kalteng), Julius M Sinaga membahas tentang tantangan Artificial Intelligence (AI) bagi dunia jurnalistik.
Hal tersebut disampaikannya saat tampil sebagai delegasi Indonesia dalam forum internasional, yakni South and southeast Asian Media Network (SSAMN) Annual Meeting yang diselenggarakan All China Journalists Association (ACJA), di Kunming, Yunnan, Tiongkok (China).
“Perkembangan teknologi menjadi perhatian serius bagi delegasi 14 negara sepakat bahwa AI menghadirkan peluang besar bagi jurnalistik, namun sekaligus memunculkan tantangan dari segi akurasi dan verifikasi informasi,” ujarnya.
Ia mengatakan, AI memang mempermudah pekerjaan jurnalistik, namun pada akhirnya, kualitas, kecepatan, ketepatan dan informasi yang dapat diverifikasi menjadi penentu kemenangan persaingan media.
“Salah satu isu utama yang juga dibahas forum tersebut adalah dinamika siruasi global, serta perkembangan industri media dunia,” katanya.
Kehadiran Julius Sinaga merupakan undangan resmi dari All China Journalists Association (ACJA) sebagai bagian dari delegasi Jaringan Media Siber Indonesia (JMSI), organisasi konstituen Dewan Pers, sekaligus mewakili kapasitasnya sebagai Ketua JMSI Kalteng.
Ia menambahkan, peserta dari berbagai negara menyoroti semakin besarnya pengaruh konten kreator di ruang digital.
“Fenomena tersebut menjadi tantangan media arus utama, karena sebagaian masyarakat kini lebih mempercayai konten kreator yang dianggap mampu menyajikan fakta langsung,” tambahnya.
Forum tersebut mempertemukan delegasi dari 14 negara kawasan ASEAN dan Asia Selatan untuk membahas perkembangan media dan tantangan jurnalisme di era digital.
Delegasi Indonesia yang mengikuti forum tersebut terdiri Ketua Umum JMSI, Dr Teguh Santosa, pendiri JMSI Mursid Yusmar, Ketua JMSI Lampung Ahmad Novriwan, Pengurus Pusat Bidang Luar Negeri JMSI Yopiandi Kurniawan dan Farah.id diwakili Farida Farhah. (mad/fer)




