Hadiri Peresmian Desa Binaan Imigrasi dan Eazy Passport, Wabup Barsel Sebut Langkah Strategis Perkuat Sinergi

“Pengawasan keimigrasian, termasuk keberadaan dan aktivitas tenaga kerja asing, harus dilakukan bersama sesuai aturan dan ketentuan yang berlaku”

Kepala Kantor Imigrasi Kelas I Non TPI Palangka Raya, Wijay Kumar (kiri) menyerahkan cinderamata kepada Wabup Barsel, Khristianto Yudha (kanan). (foto: TABIRkota/ist)

BUNTOK (TABIRkota) – Desa Binaan Imigrasi merupakan langkah strategis dalam memperkuat sinergi antara Imigrasi, pemerintah daerah, aparat keamanan, pemerintah desa dan masyarakat, ujar Wakil Bupati (Wabup) Barito Selatan (Barsel), Kalimantan Tengah (Kalteng, Khristianto Yudha.

Hal tersebut disampaikan Khristianto Yudha saat menghadiri Peresmian Desa Binaan Imigrasi dan Pelayanan Eazy Passport yang dilaksanakan Kantor Imigrasi Kelas I Non TPI Palangka Raya di Aula Tantya Sudhirajati Polres Barsel, Buntok, Arba (10/6).

“Persoalan keimigrasian saat ini tidak lagi hanya berkaitan dengan administrasi paspor semata, tetapi juga menyangkut perlindungan masyarakat, pengawasan aktivitas orang asing serta ketertiban di lingkungan kita,” ujarnya.

Karena itu, penguatan pengawasan keimigrasian melalui sinergi lintas sektor, dipandang sebagai hal yang sangat penting.

Ia mengatakan, pengawasan keimigrasian, termasuk terhadap keberadaan dan aktivitas tenaga kerja asing, harus dilakukan bersama sesuai aturan dan ketentuan yang berlaku.

“Desa Binaan Imigrasi diharapkan mampu meningkatkan kepedulian pemerintah desa dan masyarakat terhadap berbagai persoalan keimigrasian di lingkungan masing-masing,” katanya.

Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Barsel sendiri, menyambut baik penetapan Desa Pamait, Sababilah, Sanggu, Mangaris, Pamangka dan Kelurahan Buntok Kota sebagai Desa Binaan Imigrasi.

Ia menambahkan, peran pambakal (kepala desa), perangkat desa, tokoh masyarakat hingga lingkungan sekitar, sangat penting dalam mendukung pengawasan terhadap keberadaan orang asing.

“Pemerintah daerah berharap, sinergi semua pihak dapat memperkuat pelayanan dan pengawasan keimigrasian di daerah,” tambahnya.

Tantangan lain yang perlu menjadi perhatian bersama adalah potensi tindak pidana perdagangan orang serta tindak pidana penyelundupan manusia, karena masih ada masyarakat yang mudah tergiur tawaran pekerjaan di luar daerah maupun luar negeri, tanpa memahami risiko dan prosedur yang benar.

Pelaksanaan pelayanan Eazy Passport juga dinilai sangat membantu masyarakat karena memberikan kemudahan dalam pengurusan dokumen perjalanan.

Melalui kegiatan tersebut, diharapkan pelayanan dan pengawasan keimigrasian di Barsel semakin optimal serta memberikan manfaat bagi masyarakat. (mad/ra)

Pewarta: Akhmad Madani

Journalist - Barito Selatan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Next Post

Peringatan Hari Lingkungan Hidup 2026, Bupati Tapin Ingatkan Triple Planet Crisis

Rab Jun 10 , 2026
"Triple planet crisis tidak hanya merusak ekologi, tetapi juga berpotensi mengganggu stabilitas ekonomi dan sosial"

You May Like

TABIRklip