Model Pascatambang PT Adaro Indonesia di Balangan Berhasil Ciptakan Ekosistem Satwa Endemik

“Hingga saat ini, tercatat 28 ekor Bekantan telah menetap dan membentuk kelompok di lokasi pascatambang PT Adaro Indonesia”

Health Safety Environment Division Head PT Adaro Indonesia, Rusdi Husin menyambut kunjungan rombongan jurnalis Banjarmasin di area model pascatambang (foto: TABIRkota/hms adaro)

PARINGIN (TABIRkota) – Area model pascatambang perusahaan pertambangan batu bara nasional, PT Adaro Indonesia di Kecamatan Paringin Tengah, Kabupaten Balangan, Kalimantan Selatan (Kalsel), berhasil menciptakan ekosistem baru bagi satwa endemik Kalimantan.

Menurut Health Safety Environment Division Head PT Adaro Indonesia, Rusdi Husin, satwa endemik Kalimantan tersebut seperti Bekantan (Nasalis larvatus) dan Lutung Kelabu (Trachypithecus cristatus).

“Hingga saat ini, tercatat 28 ekor Bekantan telah menetap dan membentuk kelompok di lokasi pascatambang PT Adaro Indonesia di Paringin,” ujarnya saat menyambut kunjungan rombongan jurnalis dari Banjarmasin di area pascatambang Adaro, Paringin Tengah, Kamis (21/5).

Area model pascatambang PT Adaro Indonesia terdiri dari danau sedalam hingga 38 meter dan kawasan vegetasi dengan luas mencapai 28 hektar.

Ia mengatakan, dalam program Research and Development (R & D) atau Penelitian dan Pengembangan (Litbang), PT Adaro Indonesia melakukan pengayaan vegetasi flora untuk pakan hewan endemik seperti Bekantan dan Lutung serta primata lainnya.

“Kita juga melakukan pemantauan koloni Bekantan untuk mengetahui perkembangan habitat hewan tersebut,” katanya.

Selain itu, PT Adaro Indonesia juga memasang rambu-rambu larangan berburu di area pascatambang, sebagai upaya perlindungan terhadap satwa endemik yang telah menghuni kawasan tersebut.

Mine Closure Monitoring and Evaluation Supervisor PT Adaro Indonesia, Randy Saputra menambahkan, upaya-upaya tersebut telah berhasil memulihkan ekosistem dan pengembangan satwa endemik.

“PT Adaro Indonesia bekerja sama dengan tim ahli dari Universitas Lambung Mangkurat (ULM) Banjarmasin melakukan pemantauan terhadap perkembangan hewan endemik yang kini menghuni area pascatambang,” tambahnya.

Hasil pemantauan ditemukan induk Bekantan beserta bayinya, kawanan Bekantan serta anak Bekantan yang terpantau di Kawasan Perlindungan Keanekaragaman Hayati Paringin, area model pascatambang PT Adaro Indonesia.

PT Adaro Indonesia juga melakukan pengayaan vegetasi flora seperti Kariwaya (Beringain atau Ficus), Pongamea, Kasturi dan lain-lain, sebagai pakan alami yang berhasil meningkatkan populasi hewan burung, seperti Burung Madu Kelapa (Anthreptes malacensis) dan Burung Cekakak (Alcedinidae sp.)

Keberadaan Bekantan, Lutung Kelabu dan berbagai spesies burung tersebut, menjadi bukti bahwa PT Adaro Indonesia telah mampu menciptakan ekosistem yang cocok bagi habitat hewan di area pascatambang. (ra)

TABIRkota

Dari Banua Untuk Dunia

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Next Post

Gelar RUPS, Indocement Setujui Pembagian Dividen Rp1,54 Triliun

Jum Mei 22 , 2026
"Sekitar Rp1,53 triliun dialokasikan untuk dividen tunai kepada para pemegang saham, sementara sisanya dibukukan sebagai laba ditahan”

You May Like

TABIRklip