
BUNTOK (TABIRkota) – Pemilik rumah, Jonson, warga Jalan Kaladan RT 17/RW 04 Kelurahan Hilir Sper, Kecamatan Dusun Selatan, Kabupaten Barito Selatan (Barsel), Kalimantan Tengah (Kalteng) menyaksikan cairan Bahan Bakar Minyak (BBM) mengalir dari gudang Liquid Patroleum Gas (LPG) milik tetangga pada Jum’at (15/5).
Menurutnya, BBM yang mengalir dari gudang LPG tetangga tepat menuju rumahnya.
“Kamar tidur kami itu tidak bisa dibuka, karena masuk bau BBM dari gudang milik tetangga sebelah,” ujarnya di Buntok, Ibu Kota Barsel, Sabtu (16/5).
Ia mengatakan, kebakaran bermula saat semprotan air pemadam mengenai galon BBM yang sudah terbakar di lokasi kejadian.
“BBM yang terbakar itu meluap dan mengalir ke rumah kami, sehingga memicu kebakaran,” katanya.
Aliran BBM yang terbakar pertama kali mencapai teras rumah dan mulai membakar kursi yang berada di bagian depan.
Jonson menambahkan, api kemudian membesar dan merambat ke seluruh bagian rumah.
“Awalnya mengalir ke teras rumah, kemudian membakar kursi hingga membakar isi rumah kami,” tambahnya.
Kondisi tersebut membuat keluarga panik dan berusaha menyelamatkan diri dari kobaran api yang semakin membesar.
Sebagian barang tidak sempat diselamatkan karena api sudah terlanjur melahap hampir seluruh bangunan.
Masyarakat diimbau lebih waspada terhadap penyimpanan BBM di lingkungan permukiman padat penduduk.
Peristiwa tersebut menjadi peringatan penting agar penanganan bahan mudah terbakar dilakukan dengan lebih aman. (mad/fer)




