Bupati HST Buka Bimtek Peningkatan Kapasitas SDM Admin DTSEN

“Setiap data merupakan representasi kehidupan masyarakat, sehingga harus dikelola dengan penuh tanggung jawab, kejujuran dan dedikasi”

Bupati HST, Samsul Rizal membacakan sambutan (foto: TABIRkota/ist)

BARABAI (TABIRKota) – Bupati Hulu Sungai Tengah (HST), Kalimantan Selatan (Kalsel), Samsul Rizal membuka Bimbingan Teknis (Bimtek) peningkatan kapasitas Sumber Daya Manusia (SDM) pengelola dan pembantu pengelola admin DTSEN berbasis aplikasi SIKS-NG, di Hotel Aeris Banjarbaru, Arba (29/4).

Menurutnya, Data Terpadu Kesejahteraan Sosial (DTKS) yang dikelola bukan sekadar kumpulan angka, melainkan cerminan kondisi nyata masyarakat.

“Bimtek tersebut menjawab tantangan pelayanan public yang menuntut kecepatan, transparansi dan akuntabilitas, khususnya sektor kesejahteraan sosial,” ujarnya.

Dari setiap data, katanya, ada tersimpan harapan masyarakat yang harus dijawab dengan kebijakan tepat, kesalahan sekecil apa pun dapat berujung ketidaktepatan penyaluran bantuan.

“pengelola dan validator data daerah memiliki posisi krusial, keterlambatan pembaruan data atau munculnya anomaly pada status desil, berpotensi memengaruhi akses bantuan sosial,” katanya.

Peningkatan kapasitas SDM tidak bisa ditawar, pengelola data dituntut tidak sekadar menguasai aspek teknis penggunaan aplikasi, tetapi ketelitian, kepekaan sosial dan integritas memastikan validitas data di lapangan.

Era digitalisasi, transformasi tata kelola pemerintahan berbasis data menjadi sebuah keharusan, aplikasi SIKS-NG hadir sebagai instrumen strategis, namun efektivitasnya tetap ditentukan oleh kualitas SDM yang menjalankannya.

Samsul Rizal menambahkan, peserta harus mampu memperkuat pemahaman teknis sekaligus membangun komitmen meningkatkan kualitas data, mempererat koordinasi dan menjaga konsistensi pembaruan data.

“Kami berkomitmen untuk memastikan kebijakan sosial berbasis data yang valid, sehingga berdampak bagi masyarakat yang membutuhkan,” tambahnya.

Pengelolaan data sosial tidak hanya bersifat administratif, tetapi juga mengandung nilai kemanusiaan yang tinggi. (fer)

Pewarta: M Ferian Sadikin

Journalist | Editor | - Hulu Sungai Tengah

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Next Post

Mediasi di Polres Barut, Perkelahian Pelajar SMP-SMA di Muara Teweh Berakhir Damai

Rab Apr 29 , 2026
“Proses mediasi berlangsung dengan pendekatan persuasif dan kekeluargaan, sehingga permasalahan dapat diselesaikan tanpa berlanjut ke proses hukum”

You May Like

TABIRklip