Safari Ramadan di Masjid Nurul Hidayah Sei Asem, Bupati Kapuas Ajak Warga Jaga Persatuan

“Safari Ramadan merupakan sarana motivasi, koordinasi serta mempererat silaturahmi untuk bersama-sama meningkatkan persatuan dan kesatuan”

Bupati Kapuas, HM Wiyatno memberi bantuan saat Safari Ramadan Masjid Nurul Hidayah, Sei Asem, Kapuas Hilir (foto: TABIRkota/ist)

KUALA KAPUAS (TABIRkota) – Bupati Kapuas, Kalimantan Tengah (Kalteng), HM Wiyatno mengajak masyarakat, khususnya warga Desa Sei Asem, Kecamatan Kapuas Hilir, untuk terus menjaga persatuan dan kesatuan umat.

Ajakan tersebut disampaikan HM Wiyatno saat Safari Ramadan 1447 Hijriah di Masjid Nurul Hidayah, Sei Asem, Jumat (20/2).

Menurutnya, penting bagi warga untuk selalu waspada dan tidak terpengaruh dengan isu-isu yang berpotensi memecah belah persatuan dan kesatuan umat beragama.

“Momen bulan suci Ramadan ini, mari kita pertebal iman dan senantiasa mensyukuri rahmat-Nya, serta menjauhkan diri dari hal-hal yang dapat merugikan semua,” ujarnya.

Ia mengatakan bahwa Safari Ramadan bukan sekadar acara seremonial, melainkan lebih dari itu, dapat dimaknai sebagai upaya untuk menjadi lebih baik.

“Safari Ramadan merupakan sarana memotivasi, berkoordinasi dan mempererat silaturahmi untuk bersama-sama meningkatkan persatuan dan kesatuan antarumat beragama,” katanya.

Ia menambahkan, di luar bulan suci Ramadan, dirinya bersama jajaran Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Kapuas rutin melaksanakan kegiatan kunjungan ke kecamatan-kecamatan pada setiap Jumat, untuk bersilaturahmi dan mendengar aspirasi masyarakat.

“Mari kita bersama-sama membangun daerah, karena pemerintah tidak bisa bekerja sendiri tanpa dukungan dan kebersamaan dari seluruh masyarakat,” tambahnya.

Warga diminta untuk menjaga persatuan, kerukunan dan mempererat silaturahmi, serta menekankan sinergi antara pemerintah daerah dan elemen masyarakat demi kelancaran pembangunan.

Selain itu, Bupati juga mengimbau agar masyarakat bersama-sama merawat serta menjaga fasilitas umum yang telah dibangun oleh pemerintah daerah supaya tetap tertata dan nyaman digunakan.

Berbagai fasilitas seperti taman kota, jalan, jembatan, pasar, hingga sarana olahraga, dibangun menggunakan anggaran daerah yang bersumber dari pajak dan kontribusi masyarakat. (yul/ra)

Pewarta: Yuliansyah

Journalist - Kapuas

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Next Post

Kunker Komisi IX DPR RI di Kalsel Temukan Satu Ponpes Tolak MBG

Sab Feb 21 , 2026
"Komisi IX meminta pemerintah daerah melakukan pendekatan persuasif dan edukatif kepada pihak pesantren agar MBG dapat diterima"

You May Like

TABIRklip