Cegah Rabies, Dinas Pertanian Kapuas Vaksinasi 300 Hewan Peliharaan Secara Door-to-Door

“Selain vaksinasi, tim PKH Distan Kapuas juga memberikan sosialisasi kepada warga, khususnya pemilik hewan peliharaan, tentang rabies dan penularan serta penanganannya”

Tim PKH Distan Kapuas memberikan vaksinasi rabies untuk hewan peliharaan secara door-to-door (foto: TABIRkota/ist)
Tim PKH Distan Kapuas memberikan vaksinasi rabies untuk hewan peliharaan secara door-to-door (foto: TABIRkota/ist)

KUALA KAPUAS (TABIRkota) – Dinas Pertanian Kabupaten Kapuas, Kalimantan Tengah (Kalteng), melalui Bidang Peternakan dan Kesehatan Hewan (PKH), memberikan vaksinasi kepada 300 hewan peliharaan secara door-to-door atau langsung ke rumah.

Menurut Kepala Bidang PKH, Dinas Pertanian Kapuas, Anik Ariswandani, kegiatan vaksinasi dilaksanakan dalam rangka pencegahan penyebaran rabies.

“Kegiatan vaksinasi dilaksanakan di Kecamatan Selat kepada 300 hewan peliharaan yang rentan terjangkit rabies,” ujarnya di Kuala Kapuas, ibu kota Kapuas, Selasa (29/9).

Selain kegiatan vaksinasi hewan, katanya, tim bidang PKH Dinas Pertanian Kapuas juga sekaligus memberikan sosialisasi dan penyuluhan kepada warga.

“Tim mensosialisasikan terkait dampak dan akibat apabila hewan peliharaan terjangkit rabies, terlebih bila sampai menggigit manusia atau hewan lainnya,” katanya.

Selain itu, tambahnya, dalam sosialisasi tersebut, masyarakat juga diberikan pengetahuan tentang bagaimana menangani dan memberikan pertolongan pertama kepada korban gigitan hewan yang terindikasi rabies.

“Warga juga diberikan pengetahuan tentang ciri-ciri hewan yang terjangkit rabies dan diimbau agar segera melapor apabila menemukannya,” tambahnya.

Melalui kegiatan sosialisasi tersebut, diharapkan pemahaman warga, khususnya pemilik hewan peliharaan, terhadap rabies dan penularan serta penanganannya, akan semakin baik.

Rabies atau yang sering disebut penyakit anjing gila, merupakan penyakit infeksi menular pada saluran saraf pusat yang disebabkan oleh virus Rabies.

Penyakit tersebut menyerang otak dan sangat berbahaya karena hampir 100 persen berakibat kematian jika gejalanya sudah mulai muncul pada manusia atau hewan.

Virus rabies ditularkan melalui air liur hewan yang sudah terinfeksi dan pada manusia, bisa terjadi melalui gigitan atau cakaran hewan positif rabies serta ilatan hewan pada kulit manusia yang sedang terluka terbuka atau pada lapisan mukosa (seperti mata dan mulut).

Meskipun sering disebut penyakit anjing gila karena anjing merupakan penyumbang kasus terbesar, yaitu sekitar 98%, virus rabies sebenarnya bisa menyerang dan ditularkan oleh semua hewan mamalia berdarah panas lainnya, seperti kucing, monyet dan kelelawar. (yul/ra)

Pewarta: Yuliansyah

Journalist - Kapuas

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

You May Like

TABIRklip