
KUALA KAPUAS (TABIRkota) – Bupati Kapuas, HM Wiyatno menegaskan komitmen Pemerintah Kabupaten (Pemkab) setempat, untuk menjaga lumbung pangan Kalimantan Tengah (Kalteng) serta memperkuat ketahanan pangan daerah dan nasional.
Hal tersebut disampaikan HM Wiyatno saat mendampingi Gubernur Kalteng, H Agustiar Sabran melaksanakan panen raya padi di Desa Terusan Mulya, Kecamatan Bataguh, Arba (8/7).
Menurutnya, saat ini Kapuas masih menjadi sentra produksi padi terbesar di Kalteng, yang mampu memenuhi kebutuhan beras masyarakat di kabupaten setempat, sekaligus turut menyuplai kebutuhan pangan di tingkat provinsi.
“Dengan luas panen sekitar 25 ribu hektare dan produktivitas rata-rata 5 ton gabah per hektare, potensi produksi beras di Kapuas sangat besar, sehingga mampu memberikan kontribusi nyata terhadap upaya swasembada pangan nasional,” ujarnya.
Meski demikian, katanya, pemerintah pusat dan Pemerintah Provinsi (Pemprov) Kalteng diharapkan dapat terus memberikan dukungan, khususnya dalam pemenuhan mesin panen (combine harvester) serta pembangunan Rice Milling Unit (RMU)
"Harapan kami, Pemprov dapat membantu pembangunan Rice Milling Unit untuk meningkatkan kualitas dan nilai tambah hasil panen, sehingga pengelolaannya menjadi semakin optimal," katanya.
Panen raya kali ini dilaksanakan secara serentak di empat kecamatan, masing-masing Kecamatan Bataguh, Kapuas Kuala, Tamban Catur dan Kapuas Timur, dengan total luas panen mencapai 25.799 hektare.
Karakteristik budidaya padi di masing-masing wilayah tersebut berbeda, dimana di Kapuas Kuala dan Kapuas Timur didominasi padi lokal, sedangkan di Bataguh dan Tamban Catur telah banyak mengembangkan varietas padi unggul yang mampu dipanen hingga lima kali dalam kurun waktu dua tahun.
HM Wiyatno menambahkan, Pemkab Kapuas mengapresiasi pemerintah pusat melalui Kementerian Pertanian, atas dukungan berbagai bantuan alat dan mesin pertanian (alsintan) yang telah diberikan.
“2026 ini, Kapuas memperoleh bantuan sebanyak 57 unit rotavator, 488 unit hand tractor, 95 unit pompa air, serta 213 unit hand sprayer,” tambahnya.
Selain bantuan alsintan, Pemkab Kapuas juga memperoleh program Cetak Sawah Tahun Anggaran 2026 yang tersebar di Bataguh, Kapuas Kuala, Tamban Catur dan Kapuas Timur yang memiliki total lahan baku sawah sekitar 45 ribu hektare, sehingga menjadi kawasan strategis dalam mendukung program ketahanan pangan nasional.
Melalui kegiatan panen raya tersebut, diharapkan semangat para petani semakin meningkat dalam mengelola lahan pertanian, sehingga produksi pangan terus bertambah dan Kapuas semakin kokoh menjadi salah satu daerah penghasil beras utama di Kalteng, sekaligus berkontribusi terhadap terwujudnya swasembada pangan Indonesia.
Panen raya dilaksanakan bersama jajaran Forkopimda Pemprov Kalteng, Forkopimda Kapuas, para kepala perangkat daerah, unsur TNI-Polri, kelompok tani, serta para undangan lainnya.
Selain memanen padi bersama petani, kegiatan juga dirangkai dengan penyerahan bantuan alsintan kepada kelompok tani, sebagai bentuk dukungan pemerintah dalam meningkatkan produktivitas dan efisiensi usaha pertanian. (yul/ra)




