Nelayan Korban Sambaran Petir di Perairan Senakin Kotabaru Ditemukan Tewas, Operasi SAR Ditutup

“Korban ditemukan terdampar di kawasan pesisir pantai dengan jarak sekitar 4 nautical miles (NM) dari lokasi kejadian awal dalam kondisi meninggal dunia”

Tim SAR Gabungan mengevakuasi korban setelah ditemukan tewas sekitar 4 NM dari lokasi kejadian awal (foto: TABIRkota/hms sar bjm)

KOTABARU (TABIRkota) – Tim SAR Gabungan berhasil menemukan M (42), nelayan asal Desa Rampa, Kecamatan Pulau Laut Utara, Kabupaten Kotabaru, Kalimantan Selatan (Kalsel) yang hilang usai kapalnya tersambar petir di Perairan Senakin, dalam kondisi meninggal dunia.

Kepala Kantor Pencarian dan Pertolongan (Basarnas) Banjarmasin selaku SAR Mission Coordinator (SMC), I Putu Sudayana mengatakan, penemuan jasad korban tersebut sekaligus menandai ditutupnya operasi pencarian secara resmi.

“Keberhasilan penemuan korban merupakan hasil kerja sama dan sinergi seluruh unsur SAR yang terlibat dalam operasi,” katanya melalui keterangan tertulis yang diterima TABIRkota.com, Kamis (18/6).

Sebelumnya, korban dilaporkan hilang setelah terjatuh ke laut saat melakukan aktivitas penangkapan ikan di Perairan Senakin pada Sabtu (14/6) lalu.

Berdasarkan informasi yang diterima Pos Pencarian dan Pertolongan Kotabaru dari Polair setempat, insiden bermula ketika korban bersama seorang rekannya sedang mencari ikan di perairan tersebut.

Saat beraktivitas, kapal mereka tersambar petir sehingga keduanya terpental dan jatuh ke laut.

Rekan korban berhasil kembali naik ke atas kapal dan segera melaporkan kejadian tersebut kepada pihak berwenang, sementara korban dinyatakan hilang.

Sejak menerima laporan, Tim SAR Gabungan melakukan berbagai upaya pencarian dengan menyisir area perairan menggunakan Rigid Inflatable Boat (RIB), melakukan pemantauan di sepanjang pesisir serta berkoordinasi dengan unsur terkait dan nelayan setempat, untuk memperluas cakupan pencarian.

Menurut I Putu Sudayana, korban ditemukan terdampar di kawasan pesisir pantai dengan jarak sekitar 4 nautical miles (NM) dari lokasi kejadian awal.

“Selanjutnya, korban dievakuasi menuju rumah duka untuk diserahkan kepada pihak keluarga,” katanya.

Operasi SAR melibatkan sejumlah unsur, antara lain Rescue Pos SAR Kotabaru, Lanal Kotabaru, Satpolair Polres Kotabaru, BPBD Kotabaru, serta nelayan setempat dan selama pelaksanaan operasi, tim menghadapi kendala berupa kondisi cuaca yang tidak menentu, meskipun secara umum cuaca pada hari terakhir pencarian terpantau cerah berawan.

Ia menambahkan, Basarnas Banjarmasin mengapresiasi kerja sama dan sinergi seluruh unsur SAR gabungan yang terlibat selama operasi berlangsung.

“Terima kasih kepada seluruh unsur SAR gabungan, instansi terkait, serta warga dan nelayan yang turut membantu proses pencarian, sekaligus kemi menyampaikan belasungkawa yang mendalam kepada keluarga korban atas musibah yang terjadi,” tambahnya.

Kepada masyarakat, khususnya para nelayan, diimbau agar selalu memperhatikan kondisi cuaca dan mengutamakan keselamatan saat beraktivitas di laut.

Dengan ditemukannya korban, Operasi SAR terhadap satu orang yang terjatuh dari kapal nelayan di Perairan Senakin, resmi ditutup dan seluruh unsur SAR yang terlibat dikembalikan ke kesatuan masing-masing. (rls/ra)

TABIRkota

Dari Banua Untuk Dunia

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Next Post

Waspada Penipuan Aktivasi IKD, Pemkab Barito Utara Imbau Warga Jangan Klik Link Sembarangan

Kam Jun 18 , 2026
"Proses aktivasi IKD tidak pernah dilakukan melalui pesan WhatsApp, video call maupun sambungan telepon yang meminta data pribadi"

You May Like

TABIRklip