DLH Tapin dan PT BRE Gelar Workshop Pengelolaan Sampah Terpadu di Desa Ayunan Papan

“Pengelolaan sampah bukan hanya soal kebersihan lingkungan, tetapi juga membuka peluang ekonomi dan meningkatkan kesadaran masyarakat untuk menjaga lingkungan secara berkelanjutan”

Suasana workshop pengelolaan sampah terpadu yang digelar DLH Tapin bersama PT Bhumi Rantau Energi (BRE) di Desa Ayunan Papan (foto: TABIRkota/sunarti)

RANTAU (TABIRkota) — Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Tapin, Kalimantan Selatan (Kalsel), melalui Dinas Lingkungan Hidup (DLH) setempat bersama PT Bhumi Rantau Energi (BRE), menggelar workshop pengelolaan sampah terpadu di Desa Ayunan Papan.

Kegiatan yang berlangsung di Integrated Farm System Ayunan Papan tersebut melibatkan warga desa, karang taruna hingga pengelola bank sampah setempat, Minggu (17/05).

JF Pengendali Dampak Lingkungan Bagian Pengurangan Sampah DLH Tapin, Hadi Rahman, mengatakan workshop tersebut dilaksanakan untuk mendukung program Aku Hatinya PKK 2026, di mana Desa Ayunan Papan dipilih mewakili Kabupaten setempat pada tingkat Provinsi Kalsel.

“Melalui workshop tersebut kami memberikan edukasi terkait pengelolaan sampah terpadu, mulai dari pemilahan sampah rumah tangga hingga pemanfaatan maggot untuk mengurangi volume sampah organik,” ujarnya.

Ia mengatakan, pengelolaan sampah berbasis masyarakat menjadi langkah penting untuk menekan jumlah sampah yang berakhir di tempat pembuangan akhir.

“Kami berharap sampah bisa berkurang hingga 50 persen karena sudah dipilah dan dimanfaatkan langsung oleh masyarakat di desa,” katanya.

Sementara itu, Sekretaris Desa Ayunan Papan, Fathul Hidayat, mengapresiasi kolaborasi DLH Tapin dan PT BRE dalam memberikan edukasi kepada masyarakat.

“Ini sangat bermanfaat untuk menjaga kebersihan lingkungan, sampah yang sebelumnya dianggap tidak berguna ternyata bisa dimanfaatkan menjadi pupuk maupun kerajinan,” ujarnya.

Ia mengatakan program tersebut diharapkan terus dilakukan secara berkelanjutan agar masyarakat semakin sadar pentingnya pengelolaan sampah sekaligus membuka peluang peningkatan ekonomi warga desa.

“Harapan kami, sampah tidak lagi menjadi masalah, tetapi justru menjadi sesuatu yang memiliki nilai manfaat bagi masyarakat,” katanya.

Selain teori, peserta juga diberikan praktik pemanfaatan sampah organik menjadi pakan maggot dan pengolahan sampah bernilai ekonomis. (ati/mad)

Pewarta: Sunarti

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

You May Like

TABIRklip