Buka Bimtek Digitalisasi Pembelajaran, Staf Ahli Bupati Kotabaru Harap Mutu Pendidikan Meningkat

“Digitalisasi diharapkan tidak sekadar soal ketersediaan perangkat, tetapi teknologi harus mampu membuat proses belajar mengajar semakin efektif, interaktif, kreatif dan menyenangkan”

Daerah Digitalisasi Pembelajaran menjadi kesempatan penting bagi guru untuk meningkatkan kemampuan menghadapi perkembangan teknologi (foto: TABIRkota/ist)
Daerah Digitalisasi Pembelajaran menjadi kesempatan penting bagi guru untuk meningkatkan kemampuan menghadapi perkembangan teknologi (foto: TABIRkota/ist)

KOTABARU (TABIRkota) – Staf Ahli Bupati Kotabaru, Kalimantan Selatan (Kalsel), Khairil Fajri berharap, mutu pendidikan di kabupaten setempat, akan meningkat seiring dengan penguasaan teknologi yang mendukung proses belajar mengajar oleh para guru.

Harapan tersebut disampaikan Khairil Fajri saat membuka kegiatan Bimbingan Teknis (Bimtek) Daerah Digitalisasi Pembelajaran Jenjang Sekolah Dasar Tahun 2026 di Kotabaru, Selasa (1/9).

Menurutnya, bimtek tersebut menjadi kesempatan penting bagi guru untuk meningkatkan kemampuan menghadapi perkembangan teknologi.

“Guru memiliki peran yang jauh lebih luas, karena selain mengajar, guru juga menjadi bagian penting dalam kehidupan masyarakat di tingkat kecamatan hingga desa yang membutuhkan perjuangan luar biasa,” ujarnya.

Ia mengatakan, pengetahuan yang diperoleh selama mengikuti bimtek, diharapkan tidak berhenti di ruang pelatihan, tetapi diterapkan di sekolah masing-masing.

“Dengan penguatan kompetensi, digitalisasi diharapkan tidak sekadar soal ketersediaan perangkat, tetapi teknologi harus mampu membuat proses belajar mengajar semakin efektif, interaktif, kreatif, dan menyenangkan,” katanya.

Sementara itu, perwakilan Direktorat SD Kemendikdasmen, Yoyo Hidawanto mengatakan, digitalisasi merupakan salah satu program prioritas pemerintah dalam mendorong transformasi pendidikan.

“Penerapan digitalisasi pembelajaran kini memasuki tahun kedua dan diharapkan pemanfaatan teknologi semakin meluas di satuan pendidikan,” katanya.

Ia menambahkan, teknologi tidak hanya membantu proses pembelajaran, tetapi juga mempermudah urusan administrasi, mulai dari dokumen hingga pelaporan dapat dilakukan secara digital, termasuk tanda tangan elektronik serta pengunggahan SPTJM dan BAST.

“Namun perlu diingat, guru agar tidak hanya mahir menggunakan perangkat digital, tetapi penggunaannya juga harus dibarengi dengan sikap bijak, terutama ketika bermedia sosial,” tambahnya.

Selain digitalisasi pembelajaran, sejumlah program prioritas Direktorat SD di antaranya bantuan revitalisasi satuan pendidikan dan bantuan prasarana pembelajaran menulis bagi siswa kelas I dan II.

Pengelolaan bantuan tersebut juga diarahkan untuk menggunakan sistem digital, termasuk dalam proses pembelanjaan melalui SIPLah agar penyaluran dan pemanfaatannya lebih mudah dipantau serta akuntabel. (adv)

Pewarta: Siti Hadisah

Journalist - Kotabaru

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Next Post

Sosialisasi Pencegahan Bullying, Wabup HST Tegaskan Pendidikan Hak Seluruh Warga Negara

Rab Sep 2 , 2026
“Bullying dapat terjadi dalam berbagai bentuk, mulai dari ejekan, penghinaan, pengucilan, ancaman, kekerasan fisik hingga perundungan melalui media sosial”

You May Like

TABIRklip