
RANTAU (TABIRkota) – Tiga Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) binaan PT Bhumi Rantau Energi (BRE) di Kabupaten Tapin, Kalimantan Selatan (Kalsel), berhasil meraih penghargaan Indonesian SDGs Awards (ISDA) 2026.
Menurut Corporate Affair Manager PT BRE, Joko Bagiono, penghargaan tersebut diraih ketiga BMUDes binaan melalui program pengembangan ekonomi yang memanfaatkan potensi lokal yang diarahkan untuk memperkuat kemandirian masyarakat desa.
“Ketiga BUMDes tersebut masing-masing BUMDes Karya Bersama, Desa Budi Mulya dan BUMDes Makmur Jaya Abadi Sentosa (MJAS), Ayunan Papan, Kecamatan Lokpaikat, serta BUMDes Beramban Jaya (BAJA), Beramban, Piani,” ujarnya di Rantau, ibu kota Tapin, Jumat (2/10).
Ia mengatakan, setiap BUMDes mengembangkan program yang disesuaikan dengan karakteristik dan potensi masing-masing desa sehingga memiliki model pemberdayaan yang berbeda.
“BUMDes MJAS Ayunan Papan meraih predikat Platinum Pilar Ekonomi SDGs 8 melalui program Integrated Farming System Ayunan Papan (IFSAP) yang mengintegrasikan potensi pertanian dengan kegiatan ekonomi masyarakat,” katanya.
Sementara itu, BUMDes Karya Bersama, Budi Mulya, memperoleh predikat Platinum Pilar Ekonomi SDGs 8 melalui program Vastra Borneo-UMKM Kain Sasirangan Mulia yang mengembangkan potensi usaha masyarakat di bidang kerajinan.
Sedangkan BUMDes BAJA, Beramban, meraih predikat Gold Pilar Ekonomi SDGs 8 melalui program Smart Water Village Desa Beramban.
Joko Bagiono menambahkan, PT BRE sebagai mitra pemberdayaan, juga mendapat predikat The Most Committed Corporate to SDGs on Economy Pillar.
“Capaian tersebut menunjukkan program pemberdayaan yang dikembangkan bersama pemerintah desa tidak hanya untuk menghasilkan kegiatan ekonomi jangka pendek, tetapi membangun model usaha yang memberikan manfaat berkelanjutan bagi masyarakat,” tambahnya.
Penghargaan tersebut menjadi motivasi bagi pemerintah desa dan pengelola BUMDes untuk mengembangkan program agar manfaatnya semakin dirasakan masyarakat.
Dukungan dunia usaha melalui program pemberdayaan masyarakat, turut membuka ruang bagi desa untuk mengembangkan usaha dengan memanfaatkan potensi lokal dan memperkuat keberlanjutan ekonomi masyarakat. (ati/ra)




