
BARABAI (TABIRkota) — Rumah Sakit Haji Damanhuri (RSHD) Barabai, Kabupaten Hulu Sungai Tengah (HST), Kalimantan Selatan (Kalsel), mengimplementasikan sistem pendaftaran digital bagi pasien rawat jalan.
Direktur RSHD Barabai, dr Nanda Sujud mengatakan, implementasi tersebut bertujuan untuk digitalisasi proses registrasi pasien, mengurangi antrean loket serta meningkatkan efektivitas dan efisiensi pelayanan rawat jalan.
“Targetnya untuk menurunkan waktu tunggu pendaftaran, efisiensi beban kerja petugas dan mempercepat proses check in dan registrasi pasien,” katanya, di Barabai, Ibu Kota HST, Arba (30/9).
Pendaftaran digital, ujarnya, menggunakan aplikasi mobile JKN untuk pasien peserta BPJS dan Aplikasi Pasien dan Aduan Masyarakat (APAM) untuk mendaftar serta jika ada keluhan terhadap layanan RSHD Barabai.
“Integrasi dilakukan melalui mekanisme bridging atau API antara SIMRS dengan sistem eksternal yang digunakan BPJS Kesehatan,” ujarnya.
Data pendaftaran, kepesertaan, jadwal pelayanan dan kunjungan dilakukan melalui proses request, validasi serta sinkronisasi data, sehingga mengurangi input data berulang.
Keamanan data pribadi dan rekam medis pasien diterapkan melalui role-based access control, autentikasi pengguna, pembatasan hak akses berdasarkan kewenangan, pengamanan data base pencatatan activity log dan pengamanan komunikasi.
Data pasien, tambah dr Nanda, hanya diakses oleh pengguna yang memiliki hak akses sesuai tugas dan fungsi.
“Jika server down, petugad menyiapkan prosedur contingency atau fallback untuk menjaga kontinuitas pelayanan,” tambahnya.
Apabila sistem atau jaringan mengalami gangguan, proses registrasi dapat dilakukan melalui prosedur manual, namun jika normal kembali data dilakukan entry dan sinkronisasi ke SIMRS kembali.
Secara operasional, pendaftaran digital membantu mengurangi beban antrean pada loket pendaftaran rawat jalan di RSHD Barabai.
Karena proses registrasi telah dilakukan sebelum pasien datang, dampaknya lenih terlihat pada pasien yang sudah memahami dan menggunakan layanan digital secara mandiri.
Petugas juga menyediakan assistance atau help desk pada area pelayanan bagi pasien yang kesulitan menggunakan aplikasi, sehingga proses registrasi, validasi data, pemilihan poli atau dokter dan edukasi penggunaan dapat dilakukan dengan mudah. (fer)



