
PARINGIN (TABIRkota) – Wakil Bupati (Wabup) Balangan, Kalimantan Selatan (Kalsel), Akhmad Fauzi mengajak seluruh pihak untuk memperkuat upaya pencegahan dan kesiapsiagaan, mengingat tingkat kerawanan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang masih cukup tinggi setiap tahunnya.
Menurutnya, upaya pencegahan dan kesiapsiagaan harus menjadi perhatian dalam menghadapi potensi kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Balangan.
“Penanganan bencana perlu mengutamakan pencegahan dan pengurangan risiko atau mitigasi, dibandingkan penanggulangan ketika kebakaran sudah meluas,” ujarnya di Paringin, ibu kota Balangan, Jumat (14/8).
Ia mengatakan, saat ini terdapat paradigma baru dalam penanganan bencana, yaitu memperkuat pencegahan serta mengurangi risiko atau mitigasi.
“Pencegahan itu lebih utama dan jauh lebih murah biayanya daripada penanggulangan saat api sudah membesar," katanya.
Ia menambahkan, upaya pencegahan tidak hanya menjadi tanggung jawab pemerintah dan petugas di lapangan, tetapi juga membutuhkan peran masyarakat.
“Edukasi dan sosialisasi perlu dilakukan secara berkelanjutan, terutama karena sebagian kejadian karhutla dipicu oleh aktivitas manusia,” tambahnya.
Untuk itu, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Balangan mendorong agar kampanye pencegahan karhutla terus dilakukan melalui berbagai saluran informasi, termasuk media sosial dan media massa, agar kesadaran masyarakat terhadap bahaya karhutla semakin meningkat.
Pemkab Balangan sendiri telah melaksanakan Apel Gelar Pasukan dan Sarana Prasarana (Sarpras) Kesiapsiagaan Karhutla yang diinisiasi Polres setempat di Lapangan Kompleks Perkantoran Tugu Maritam, Paringin Selatan, pada Arba (12/8) lalu.
Selain itu, juga telah ditetapkan status siaga darurat ancaman karhutla dan kekeringan, terhitung sejak 12 Agustus hingga 30 Oktober mendatang.
Kesiapan personel dan sarana juga diperkuat melalui simulasi pemadaman api oleh tim Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) bersama para relawan, sebagai bagian dari upaya memastikan personel, armada serta sarana dan prasarana siap digunakan ketika terjadi karhutla.
Kepada seluruh pihak, diimbau agar ikut terlibat dalam upaya penyebarluasan informasi dan mendorong kesadaran masyarakat melalui media sosial maupun media-media lain, agar peduli terhadap upaya pencegahan dan kesiapsiagaan menghadapi karhutla. (fer/ra)




