Dukung ProKlim KLHK, SMM-PAMA Gelar Pekan Kampung Iklim dan Berdikari Award 2026 di Trahean

“PT SMM-PAMA menempatkan ProKlim sebagai ruang kolaborasi antara perusahaan, pemerintah desa, kelembagaan masyarakat dan seluruh warga untuk membangun kebiasaan menjaga lingkungan”

Acara puncak Program Pekan Kampung Iklim Trahean 2026 melalui kegiatan SMM-PAMA Berdikari Award 2026 (foto: TABIRkota/hms)

MUARA TEWEH (TABIRkota) – PT Suprabari Mapanindo Mineral (SMM) bersama PT Pamapersada Nusantara (PAMA) yang beroperasi di Kabupaten Barito Utara (Barut), Kalimantan Tengah (Kalteng), menggelar puncak Program Pekan Kampung Iklim Trahean 2026 melalui kegiatan SMM-PAMA Berdikari Award 2026.

Menurut perwakilan manajemen PT SMM, Abdul Syukur, kegiatan yang menjadi bagian dari dukungan perusahaan terhadap Program Kampung Iklim (ProKlim) yang diinisiasi Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) tersebut, telah dilaksanakan di Desa Traheran, Kecamatan Teweh Selatan, sejak 20 Juli hingga 8 Agustus lalu.

“Kegiatan dengan fokus pada penguatan aksi adaptasi, mitigasi dan kelembagaan masyarakat tersebut, dirancang tidak hanya sebagai agenda pendukung penilaian ProKlim, tetapi sebagai gerakan lingkungan yang melibatkan masyarakat secara langsung,” ujarnya melalui keterangan tertulis yang diterima TABIRkota.com, Kamis (13/8).

PT SMM-PAMA menempatkan ProKlim sebagai ruang kolaborasi antara perusahaan, pemerintah desa, kelembagaan masyarakat dan seluruh warga untuk membangun kebiasaan menjaga lingkungan yang lebih kuat, menyenangkan serta berkelanjutan.

Ia mengatakan, melalui Program Pekan Kampung Iklim Trahean 2026, PT SMM-PAMA mendorong keterlibatan seluruh masyarakat dalam berbagai kegiatan tata lingkungan.

“Rangkaian kegiatan dikemas dalam beberapa perlombaan antar-RT, yaitu Lomba Kebersihan RT, Lomba Pembuatan Taman 3R, Lomba Rumah Sehat Peduli Lingkungan, dan Lomba Aksi Kompak RT,” katanya.

Skema perlombaan tersebut dipilih untuk meningkatkan partisipasi masyarakat, membangun rasa memiliki terhadap lingkungan, serta menjadikan kegiatan menjaga kebersihan dan mengelola sampah sebagai aktivitas yang menarik serta membanggakan.

Ia menambahkan, selain penataan lingkungan, program juga diarahkan untuk memperkuat pemahaman masyarakat mengenai konsep 3R, yaitu reduce, reuse, dan recycle.

“Pemanfaatan material bekas dalam pembuatan taman 3R menjadi salah satu contoh nyata bahwa sampah dan barang tidak terpakai masih dapat memiliki nilai guna apabila dikelola secara kreatif yang diharapkan dapat mendorong perubahan perilaku masyarakat dalam mengurangi sampah dari sumber dan mendukung pengelolaan sampah yang lebih tertib di Trahean,” tambahnya.

Sementara itu, perwakilan manajemen PT PAMA, Ibnu mengatakan, program Pekan Kampung Iklim Trahean juga menjadi momentum untuk menguatkan kelembagaan lokal, khususnya PKK, kelompok pengelola sampah, perangkat RT, dan elemen masyarakat lainnya.

“Keterlibatan kelembagaan desa menjadi penting agar aksi adaptasi dan mitigasi perubahan iklim tidak bergantung pada kegiatan sesaat, tetapi dapat masuk ke dalam kebiasaan, agenda, dan sistem sosial masyarakat Trahean,” katanya.

Ia menambahkan, Pekan Kampung Iklim Trahean merupakan bukti bahwa program CSR pilar lingkungan dapat dilaksanakan dengan pendekatan yang lebih partisipatif dan berdampak langsung.

“Perusahaan tidak hanya berperan sebagai pemberi dukungan, tetapi juga sebagai pendamping dan fasilitator agar masyarakat semakin aktif membangun perubahan perilaku lingkungan di tingkat rumah tangga serta RT,” tambahnya.

Melalui Pekan Kampung Iklim dan SMM-PAMA Berdikari Award, menjaga lingkungan bisa dilakukan dengan cara yang menyenangkan, kreatif, dan melibatkan seluruh warga.

Program tersebut dinilai mampu membangun semangat baru di tengah warga untuk lebih peduli terhadap lingkungan, menjaga kebersihan pekarangan, mengurangi sampah, serta memperkuat kebersamaan antar-RT.

Melalui Program Pekan Kampung Iklim Trahean 2026, PT SMM-PAMA berharap kolaborasi antara perusahaan, pemerintah desa, kelembagaan masyarakat, dan warga dapat terus berlanjut sebagai langkah awal untuk membangun Trahean yang lebih bersih, sehat, hijau, produktif, tangguh terhadap iklim serta berkelanjutan. (ded/ra)

Pewarta: Mardedi

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

You May Like

TABIRklip