Pimpin Kaji Tiru ke Bantul DIY, Wabup Barito Utara Pelajari Inovasi Sampah dan Edukasi Pranikah

“Kaji tiru yang dilaksanakan Pemkab Barut di Bantul merupakan wujud nyata semangat kolaborasi antardaerah guna membangun tata kelola pemerintahan yang semakin maju dan berkualitas”

Wabup Barut, Felix Sonadie Y Tingan (kanan) mereima cinderamata dari Bupati Bantul, H Abdul Halim Muslih (foto: TABIRkota/diskominfosandi)

MUARA TEWEH (TABIRkota) – Wakil Bupati (Wabup) Barito Utara, Kalimantan Tengah (Kalteng), Felix Soenadi Y Tingan, memimpin kegiatan kaji tiru di Kabupaten Bantul, Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) untuk mempelajari inovasi pengelolaan sampah dan edukasi pranikah.

Kedatangan rombongan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Barito Utara disambut Bupati Bantul, H Abdul Halim Muslih beserta jajaran Organisasi Perangkat Daerah (OPD) di Kantor Bupati setempat pada Kamis (6/8) kemarin.

Pada kesempatan tersebut, Felix Sonadie Y Tingan mewakili Bupati Barito Utara, H Shalahuddin mengatakan, pihaknya sangat mengapresiasi keterbukaan dan sambutan hangat dari jajaran Pemkab Bantul.

“Kunjungan ini merupakan wujud nyata semangat kolaborasi antardaerah guna membangun tata kelola pemerintahan yang semakin maju dan berkualitas,” katanya.

Menurutnya, maksud dan tujuan dari pelaksanaan kaji tiru tersebut adalah untuk memperoleh wawasan, pengetahuan, pengalaman serta pembelajaran secara langsung mengenai berbagai kebijakan, strategi, inovasi dan langkah-langkah implementasi yang telah dilakukan oleh Pemkab Bantul.

“Hasil kaji tiru, tidak sekadar ditiru secara utuh, melainkan akan disesuaikan dengan kebutuhan, kondisi, serta kemampuan riil di Barito Utara,” ujarnya.

Diharapkan, ilmu dan pengalaman yang didapatkan akan menjadi inspirasi dalam merumuskan kebijakan, menyempurnakan tata kelola pemerintahan, meningkatkan kualitas pelayanan publik serta melahirkan inovasi baru bagi masyarakat Barito Utara.

Sementara itu, pada kesempatan tersebut, Bupati Bantul, H Abdul Halim Muslih memaparkan profil wilayah serta program strategis yang tengah dijalankan Pemkab setempat.

Ia menjelaskan, Pemkab Bantul terus menunjukkan komitmen tinggi dalam menyelesaikan berbagai tantangan perkotaan dan daerah, salah satunya melalui optimalisasi strategi pengelolaan sampah secara komprehensif di tingkat regional maupun sektoral.

Sebagai langkah menekan angka perceraian dan memperkuat ketahanan keluarga, Pemkab Bantul bekerja sama dengan Kementerian Agama (Kemenag) setempat, secara rutin memberikan edukasi pranikah.

Berdasarkan evaluasi, perceraian di tengah masyarakat Bantul kerap dipicu masalah ekonomi, keuangan serta kurangnya pemahaman orang tua atau keluarga terhadap esensi pernikahan.

Melalui program pembekalan selama kurang lebih tiga bulan yang sebelumnya telah menjangkau 74 pasangan calon pengantin tersebut, Pemkab Bantul berupaya membangun kesiapan mental, finansial dan keharmonisan keluarga sejak dini.

Melalui kegiatan kaji tiru tersebut, kedua belah pihak berharap hubungan kerja sama dan silaturahmi antarpemerintah daerah dapat terus terjalin erat, sehingga mampu mendukung percepatan pembangunan daerah yang berkelanjutan di masa mendatang. (ded/ra)

Pewarta: Mardedi

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

You May Like

TABIRklip