Hari Kedua Kaji Tiru di DIY, Bupati Barito Utara Pimpin Kunker ke Pemkab Gunung Kidul

“Semua pembelajaran yang diperoleh di Gunung Kidul, nantinya akan disesuaikan dengan kebutuhan dan kondisi di Barito Utara”

Bupati Barut, H Shalahuddin didampingi Wabup, Felix Sonadie Y Tingan, menyerahkan cindera mata kepada Bupati Gunung Kidul, Endah Subekti Kuntaraningsih (foto: TABIRkota/diskominfosandi)

MUARA TEWEH (TABIRkota) – Bupati Barito Utara (Barut), Kalimantan Tengah (Kalteng), H Shalahuddin memimpin kunjungan kerja (kunker) ke Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Gunung Kidul pada hari kedua kegiatan kaji tiru ke Provinsi Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY), Arba (5/8).

Dalam rilis pers yang diterima TABIRkota.com, H Shalahuddin mengatakan, rombongan Pemkab Barito Utara disambut Bupati Gunung Kidul, Endah Subekti Kuntaraningsih beserta jajaran.

“Kunker ke Gunung Kidul untuk melakukan kaji tiru, namun bukan sekadar meniru secara utuh, melainkan sebagai sarana untuk memperoleh wawasan, pengalaman, serta pembelajaran kebijakan dan inovasi dari Pemkab setempat,” katanya.

Semua pembelajaran yang diperoleh di Gunung Kidul, nantinya akan disesuaikan dengan kebutuhan dan kondisi di Barito Utara.

Pada kesempatan tersebut, Bupati Gunungkidul, Endah Subekti Kuntariningsih menyoroti keunikan rombongan Barito Utara yang selalu didampingi Ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI) dalam setiap kunjungan kerjanya.

Bupati Gunungkidul juga memaparkan sejumlah kebijakan lokal yang diterapkan di wilayahnya guna mendukung perekonomian kerakyatan dan pelestarian lingkungan.

Menurutnya, Pemkab Gunungkidul melarang penyajian makanan dan minuman berbahan dasar gandum (seperti roti) dalam kegiatan resmi kedinasan, guna memprioritaskan hasil pertanian lokal seperti olahan singkong (ketela), ubi, jagung, porang, kacang, hingga hasil laut.

"Kami juga tidak mengizinkan penyajian buah-buahan impor dalam jamuan resmi, digantikan sepenuhnya oleh buah lokal hasil tani setempat seperti pisang raja, sawo dan jambu,” ujarnya.

Selain itu, juga dilakukan penggantian karangan bunga berbahan styrofoam dengan tanaman hidup atau sayur-sayuran untuk menjaga kelestarian lingkungan.

Melalui forum strategis tersebut, kedua pemerintah daerah sepakat untuk saling bertukar pengalaman dalam berbagai sektor penting, mulai dari pengelolaan infrastruktur, pengawasan berbasis digital, pemberdayaan UMKM, tata kelola pendidikan, hingga strategi penanggulangan kemiskinan ekstrem dan percepatan penurunan stunting.

Kunjungan kaji tiru tersebut diharapkan mampu mempererat tali persaudaraan antardaerah, memperkuat semangat nasionalisme, serta melahirkan terobosan-terobosan baru yang berorientasi pada peningkatan kualitas pelayanan publik dan kesejahteraan masyarakat di kedua belah pihak. (ded/ra)

Pewarta: Mardedi

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Next Post

HUT ke-51, Indocement Perkuat Inovasi dan Keberlanjutan Masa Depan Lebih Hijau

Kam Agu 6 , 2026
"Perjalanan lebih dari lima dekade telah membentuk Indocement menjadi perusahaan bahan bangunan yang tangguh, inovatif, dan terpercaya"

You May Like

TABIRklip