
MUARA TEWEH (TABIRkota) – Bupati Barito Utara (Barut), Kalimantan Tengah (Kalteng), H Shalahuddin menginstruksikan agar dilakukan langkah antisipasi yang terukur untuk mengatasi penyusutan air yang terjadi saat musim kemarau.
Hal tersebut disampaikan H Shalahuddin saat menghadiri Rapat Koordinasi (Rakor) Sistem Penyediaan Air Minum (SPAM) PDAM yang dipimpin Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinas PUPR Barito Utara, H Rody di Ruang Rapat A Sekretariat Daerah (Setda) setempat, Muara Teweh, Selasa (28/7).
Menurutnya, Rakor SPAM PDAM dilaksanakan untuk merumuskan langkah-langkah menjaga kelancaran distribusi air bersih kepada masyarakat saat musim kemarau.
“Penyesuaian strategi pelayanan perlu dilakukan untuk merespons menurunnya debit air baku secara alami sebagai dampak musim kemarau,” ujarnya.
Ia mengatakan, menanggapi kondisi alam dan kebutuhan teknis tersebut, seluruh jajaran terkait agar mengambil langkah antisipasi yang terukur demi kenyamanan masyarakat.
"Kita harus bekerja dengan perencanaan, program dan strategi yang jelas,” katanya.
Seluruh jajaran terkait diminta untuk selalu punya target penyelesaian jangka pendek dan jangka panjang dalam memberikan pelayanan air bersih di segala kondisi musim.
Pada kesempatan tersebut, Dewan Pengawas PDAM, Rahmadi mengatakan, penyusutan permukaan air sungai sangat memengaruhi daya dorong mesin pompa saat ini.
“Terkait hal tersebut, kami mengusulkan perlunya penyesuaian teknis pada sistem pengambilan air (intake),” katanya.
Disarankan agar skema sistem pompa disesuaikan, sehingga air bisa langsung didorong menuju unit pengolahan secara lebih optimal.
Sebagai wujud tindak lanjut yang cepat, pihak PDAM akan segera merealisasikan penambahan kapasitas mesin penyedot air dan penyesuaian operasional ponton guna menjaga kestabilan pasokan air bersih ke rumah-rumah pelanggan. (ded/ra)



