
MUARA TEWEH (TABIRkota) – Tokoh adat Dayak Kalimantan Tengah (Kalteng) di Kabupaten Barito Utara (Barut), Suria Baya mempertanyakan terjadinya pemadaman listrik bergilir yang terjadi saat ini dan mendesak pihak Pemerintah Kabupaten (Pemkab) setempat untuk membentuk Tim Pencari Fakta.
Menurutnya, pemadaman listrik bergilir yang saat ini terjadi di Kalteng dan Kalimantan Selatan (Kalsel), seolah menjadi tren di tanah air.
“Sepertinya kompak terjadi diberbagai daerah di Indonesia sehingga memunculkan pertanyaan tentang konseksuensi di tubuh PT PLN atas kegagalan pelayanan,” ujarnya di Muara Teweh, ibu kota Barito Utara, Senin (6/7).
Ia mengatakan, atas kegagalan pelayanan oleh PT PLN saat ini, harusnya perusahaan listrik negara tersebut mengambil langkah tegas.
"Sudah berapa yang dipecat atau diputus kontrak oleh Pt PLN karena gagal menjaga keandalan sistem kelistrikan, karena sebagai perusahaan profesional, evaluasi kinerjanya harusnya ketat dan yang gagal tidak dipertahankan," katanya.
Jika pemadaman terjadi karena kerusakan turbin atau komponen, tambahnya, pihak PT PLN hendaknya menjelaskan secara detail teknis kerusakannya, pada bagiannya apa saja dan disebabkan faktor apa.
“Pemkab Barito Utara hendaknya membentuk Tim Pencari Fakta untuk menyelidiki kebenaran dari klaim PT PLN terkait penyebab pemadaman bergilir,” tambahnya.
Hal detail dipandang penting untuk diungkapkan, agar permasalahan listrik saat ini tidak hanya sekadar pembicaraan di meja rapat, karena yang terjadi merupakan masalah teknis yang harus dianalisis di lapangan melalui investigasi.
Suria Baya sendiri berencana untuk melakukan unjuk rasa damai untuk mempertanyakan kepada PT PLN terkait persoalan pemadaman listrik oleh PT PLN. (ded/ra)



