Napak Tilas Bagian 2: Menyelam di Surga Bawah Laut Pulau Menjangan

“Allah Maha Kuasa, Dia menciptakan pemandangan bawah laut yang sangat indah. Kita hanya bisa mengagumi dan menjaganya agar semua bisa menikmati “surga” itu”

Para petualang tua menikmati surga tersembunyi di bawah Pulau Menjangan (foto: TABIRkota/dok)

Oleh: Muhammad Ismail Syarkawi

USAI turun dari Kawah Ijen, kami bergegas menyiapkan diri untuk ikut angkutan umum Damri ke Banyuwangi. Hanya ada waktu kurang lebih satu jam untuk mandi dan beres-beres barang bawaan. Damri akan berangkat pukul 09.00 WIB. Jika terlambat, kami harus menyewa mobil, sebab untuk ikut Damri pukul 14.30 WIB sudah penuh.

Jika ingin ikut angkutan umum menggunakan Toyota Hiace kapasitas 12-14 orang, harus dipesan jauh-jauh hari melalui aplikasi. Dari Banyuwangi ke Paltuding (kaki Gunung Ijen) hanya ada satu mobil. Berangkat dari Stasiun DAMRI pukul 07.30, kemudian singgah di Terminal Tawang Alun pukul 08.00 WIB dan tiba di Paltuding pukul 09.00 WIB. Keberangkatan malam mulai pukul 19.30 WIB dan tiba pukul 21.00 WIB.

Tadinya kami berharap bisa tidur di mobil untuk mengembalikan stamina. Kenyataannya, mata susah diajak kompromi karena pemandangan alam sepanjang perjalanan turun tersebut, sangat indah. Jalan yang berliku di sela hutan jati itu, sangat memanjakan mata, hingga tak terasa kami telah tiba di Stasiun Damri Banyuwangi.

Di Stasiun Damri, kami mengisi perut dengan pecel Jatim yang sangat enak. Usai tawar-menawar dan menyepakati harga dengan sopir mobil carteran, kami meneruskan perjalanan ke Pelabuhan Ferry untuk menyeberang ke Gilimanuk, Bali.

Dari Pelabuhan Gilimanuk, kami bermaksud ikut angkutan umum ke Desa Pemuteran di Kecamatan Gerokgak, Buleleng, Bali. Setelah lama menunggu bus umum dimaksud tak kunjung datang, akhirnya kami mencarter mobil seharga Rp200 ribu. Sudah terlalu cape menunggu angkutan umum, terlebih sejak kemarin belum tidur.

Dibantu operator agent travel “DIVE CENTER”, kami memperoleh penginapan yang nyaman dan murah. Kami pun bisa memanjakan diri dengan berenang dan merelaksasi diri di kolam yang telah disediakan penginapan itu, usai pendakian Kawah Ijen.

Selasa, 16/6, setelah sarapan pagi, kami dijemput tim DIVE CENTER dan dibawa ke markas mereka untuk ‘pitting’ perlengkapan selam dan snorkeling. Bersama kami ada sepasang bule yang sama-sama menginap di tempat yang sama. Selanjutnya, diantar ke Pantai Pemuteran.

Didi yang mengantongi lisensi Advanced Open Water Diver (AOWD) dan Piping sebagai Dive Master, akan menyelam didampingi oleh guide setempat. Sedangkan saya, Indra dan Ervan serta sepasang bule tersebut akan snorkeling di Pulau Menjangan.

Boat yang membawa kami ke Pulau Menjangan melaju meninggalkan Pantai Pemuteran. Belum turun ke laut, baju kami sudah basah akibat semburan ombak. Kami menikmati ayunan dan deburan ombak tersebut sambil melihat pemandangan laut yang sangat sangat indah.

Pulau Menjangan adalah surga bagi penggemar diving dan snorkeling. Terletak di Taman Nasional Bali Barat, Buleleng, pulau itu menawarkan air sebening kristal, dinding karang dramatis, trumbu karang warna-warni dan biota laut lainnya yang sangat indah. Pulau itu, hanya dihuni menjangan liar yang cukup jinak untuk mendatangi pengunjung yang datang.

Untuk mencapai pulau tersebut, bisa dari Banyuwangi (kurang lebih 1 jam perjalanan) atau melalui Bali Barat. Kami memilih lewat Desa Pemuteran, Bali Barat karena di sana banyak travel agent diving, sehingga harganya lebih murah.

Sesampainya di point penyelaman, sudah banyak boat yang labuh jangkar. Sebagian besar tamunya adalah bule dari berbagai negara. Mungkin lebih dari 80 persen. Hanya sedikit sekali yang lokal.

Dari atas boat saja sudah terlihat air laut yang sangat bening dan ikan-ikan warna-warni berenang dengan bebas. Ingin rasanya cepat-cepat terjun ke laut untuk menikmati keindahan surga tersembunyi tersebut.

Usai mengenakan peralatan dan mendengarkan arahan guide, satu per satu kami terjun ke laut. Dimulai oleh Didi dan Piping yang akan menyelam, lalu saya, Ervan, Indra dan sepasang bule yang akan free diving.

Dan, wow, Subhanallah!!! Luar biasa pemandangan yang tersaji. Ikan-ikan berwarna-warni berenang dengan bebas di dekat kita. Sebagian dari mereka mencari makan atau berkejaran di sela-sela terumbu karang yang indah.

Agak ke tengah sedikit, ada jurang/dinding tebing bawah laut. Di sanalah Didi dan Piping menyelam hingga 40 meter di bawah permukaan laut. Tentu saja pemandangan di sana tak kalah menakjubkan.

Tidak terasa kami sudah satu jam berada di permukaan laut dan terbawa arus. Kami merasa aman, selain dipandu oleh guide profesional, boat juga selalu tidak jauh dari kami. Atas arahan guide, kami harus segera naik boat untuk beristirahat di Pulau Menjangan dan makan siang.

Bali memang surga yang tersembunyi, di pulau yang tidak berpenghuni tersebut, kami makan siang sambil ditemani oleh rusa/menjangan yang jinak. Karena menjangan binatang yang dilindungi dan sangat sering berinteraksi dengan manusia, mereka dengan bebas mendekat.

Usai beristirahat, kami kembali naik boat untuk dibawa ke spot berikutnya. Di sana, tidak kalah menarik dengan spot pertama. Allah Maha Kuasa, Dia menciptakan pemandangan bawah laut yang sangat indah. Kita hanya bisa mengagumi dan menjaganya agar tamu-tamu lainnya masih bisa menikmati “surga” tersebut.

Kurang lebih satu jam snorkeling, ombak mulai membesar, kejernihan air laut mulai berkurang, dan kami pun diminta kembali naik boat untuk mengakhiri petualangan. Meski kedinginan setelah di atas boat, kami bersyukur di usia yang tidak muda lagi ini, masih diberi kesempatan oleh Allah SWT untuk menikmati keindahan ciptaan-Nya.

Dengan membelah ombak, boat yang kami tumpangi melaju kembali ke Pantai Pemuteran. Kami pun diantar kembali ke penginapan. Setelah mandi dan membereskan perlengkapan, kami segera kembali ke Gilimanuk dan menyeberang ke Banyuwangi.

Bermalam di Banyuwangi, esoknya kami akan ke Probolinggo menggunakan kereta api Tawang Alun pukul 05.24 WIB untuk melakukan petualangan selanjutnya, menantang arung jeram di Sungai Pakelan Atas. (bersambung)

TABIRkota

Dari Banua Untuk Dunia

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Next Post

Tindak Lanjuti Survei Kepuasan, Setda Balangan Reviu Layanan Melalui FKP

Sel Jun 23 , 2026
"Masukan dari peserta FKP menjadi bahan perbaikan, terutama terkait hal-hal yang dirasakan langsung oleh pengguna layanan, seperti waktu pelayanan dan sikap petugas"

You May Like

TABIRklip