
MUARA TEWEH (TABIRkota) – Wakil Bupati (Wabup) Barito Utara (Barut), Kalimantan Tengah (Kalteng), Felix Sonadie Y Tingan, mengunjungi kawasan Gelar Teknologi (Geltek) dalam upaya mendorong modernisasi sektor pertanian.
Menurut Felix Sonadie Y Tingan, kunjungan bersama Kepala Dinas Pertanian serta Kepala Dinas Ketahanan Pangan dan Perikanan Barito Utara tersebut, merupakan rangkaian kegiatan Pekan Nasional (PENAS) XVII Petani Nelayan Tahun 2026 di GORR David-Tony, Limboto, Gorontalo pada Sabtu (20/6) kemarin.
“Dalam kunjungan tersebut, kami meninjau berbagai stan pameran yang menampilkan inovasi dan teknologi pertanian modern,” ujarnya di Muara Teweh, ibu kota Barut, Senin (21/6).
Ia mengatakan, kawasan Geltel PENAS XVII menjadi pusat perhatian utama karena menyajikan berbagai terobosan terkini, mulai dari mekanisasi pertanian, sistem irigasi efisien, teknologi budidaya modern hingga pengembangan agribisnis berbasis digital.
“Kita berharap, teknologi yang dipamerkan tidak hanya menjadi demonstrasi sesaat, melainkan harus dapat diimplementasikan di lapangan,” katanya.
Teknologi tersebut harus bisa diterapkan untuk meningkatkan produktivitas dan efisiensi usaha tani, yang pada akhirnya meningkatkan kesejahteraan masyarakat.
Ia menambahkan, Geltek PENAS XVII harus menjadi wadah kemajuan pertanian Indonesia sekaligus ruang pembelajaran yang nyata bagi petani dan nelayan.
“Diharapkan, melalui kolaborasi lintas sektor yang terbangun di PENAS XVII, sektor pertanian di Barito Utara dapat semakin maju, mandiri dan berdaya saing, serta mampu memberikan nilai tambah ekonomi yang lebih besar bagi para pelaku usaha tani,” tambahnya.
Kehadiran Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Barito Utara pada ajang PENAS XVII merupakan wujud komitmen nyata untuk mendukung pengembangan sektor pertanian dan perikanan yang modern, produktif dan berkelanjutan.
PENAS XVII Petani Nelayan sendiri mengusung semangat penguatan transformasi teknologi demi mendukung ketahanan dan kedaulatan pangan nasional.
Ajang tersebut menjadi wadah strategis bagi para petani, nelayan, penyuluh, akademisi dan pelaku usaha dari seluruh Indonesia untuk berbagi inovasi serta membuka peluang kerja sama. (ded/ra)




