Evakuasi di Sungai Tunjang Batola, Tim SAR Gabungan Berhasil Angkat Jasad Empat ABK Terjebak di Manhole

“Operasi evakuasi menghadapi tantangan serius, terutama karena kondisi ruang yang sempit dan tingginya potensi paparan gas berbahaya”

Empat jasad ABK yang terjebak di manhole berhasil dievakuasi Tim SAR Gabungan (foto: TABIRkota/hms sar bjm)

MARABAHAN (TABIRkota) – Tim SAR Gabungan berhasil mengangkat empat jasad Anak Buah Kapal (ABK) yang terjebak di manhole atau ruang terbatas di Tug Boat (TB) Samudra Jaya 1 yang sedang berada di Sungai Tunjang, Kabupaten Barito Kuala (Batola), Kalimantan Selatan (Kalsel) melalui proses evakuasi yang laksanakan sejak Arba (6/5) sore.

Kepala Kantor Pencarian dan Pertolongan (Basarnas) Banjarmasin, I Putu Sudayana selaku SAR Mission Coordinator (SMC) mengatakan, seluruh korban diduga meninggal akibat paparan gas beracun di dalam ruang terbatas.

“Operasi evakuasi menghadapi tantangan serius, terutama karena kondisi ruang yang sempit dan tingginya potensi paparan gas berbahaya,” katanya melalui keterangan tertulis yang diterima TABIRkota.com, Kamis (7/5).

Informasi kejadian pertama kali diterima pada Selasa (6/5) sekitar pukul 17.20 WITA dari anggota Ditpolair Polda Kalsel, Bripka Priyo yang menyebutkan empat orang kru kapal terjebak di dalam ruang terbatas dengan dugaan paparan gas beracun.

Menindaklanjuti laporan tersebut, Tim SAR Gabungan yang terdiri dari Kantor SAR Banjarmasin, Ditpolair Polda Kalsel, Polair Polres Barito Kuala, Polsek Cerbon, TNI AL Banjarmasin, Karantina, serta KSOP Sungai Puting segera diberangkatkan menuju lokasi kejadian.

Tim tiba di lokasi pada pukul 19.10 WITA dan langsung melaksanakan briefing untuk menentukan metode evakuasi yang aman dan efektif.

I Putu Sudayanan mengatakan, proses evakuasi dimulai dengan fokus pada area manhole kapal yang menjadi titik lokasi korban.

“Operasi berlangsung dengan tingkat risiko tinggi mengingat kondisi ruang terbatas serta adanya indikasi gas beracun di dalamnya sehingga tim harus menggunakan peralatan khusus seperti Self Contained Breathing Apparatus (SCBA) dan gas detector untuk memastikan keselamatan personel selama proses evakuasi,” katanya.

Korban kedua berhasil dievakuasi pada pukul 20.49 WITA dalam kondisi meninggal dunia atas berinisial S(27), korban ketiga ZMH(34) dan korban keempat HHA(28) berhasil dievakuasi masing-masing pada pukul 21.51 WITA dan 00.20 WITA dalam kondisi meninggal dunia, serta satu korban lainnya, TRZ(38), juga ditemukan dalam kondisi meninggal dunia.

Ia menambahkan, seluruh pihak yang bekerja di sektor perairan dan perkapalan diimbau untuk selalu memperhatikan standar keselamatan kerja, khususnya saat memasuki ruang terbatas.

“Kami mengingatkan agar setiap aktivitas di ruang terbatas wajib dilengkapi dengan prosedur keselamatan yang ketat, termasuk penggunaan alat deteksi gas dan perlindungan pernapasan guna mencegah kejadian serupa,” tambahnya.

Setelah para korban berhasil dievakuasi, operasi SAR resmi ditutup pada pukul 00.40 WITA, seluruh unsur SAR yang terlibat dikembalikan ke kesatuan masing-masing. (rls/ra)

TABIRkota

Dari Banua Untuk Dunia

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

You May Like

TABIRklip