Buka Lomba Besei Kambe dan Manyipet, Wabup Kapuas: Momen Perkuat Identitas Budaya Daerah

“Lomba tidak hanya mempererat silaturahmi, tetapi juga menumbuhkan semangat kebersamaan, sportivitas dan kecintaan terhadap kearifan lokal”

Keseruan lomba Besei Kambe yang merupakan rangkaian kegiatan pada event Festival Budaya Tingang Menteng Panunjung Tarung 2026 (foto: TABIRkota/ist)

KUALA KAPUAS (TABIRkota) – Lomba Besei Kambe dan Manyipet yang merupakan rangkaian event Festival Budaya Tingang Menteng Panunjung Tarung 2026, merupakan momentum penting dalam upaya memperkuat identitas budaya daerah, ujar Wakil Bupati (Wabup) Kapuas, Kalimantan Tengah (Kalteng), Dodo.

Hal tersebut disampaikan Dodo saat membuka Lomba Besei Kambe dan Manyipet dalam rangka memperingati Hari Jadi ke-220 Kota Kuala Kapuas dan HUT ke-75 Pemerintah Kabupaten (Pemkab) di Pelabuhan KP3, Jalan Sudirman, Kuala Kapuas, Kamis (9/4).

Menurutnya, pelaksanaan lomba tersebut bukan hanya mempererat silaturahmi antarwarga, tetapi juga menumbuhkan semangat kebersamaan, sportivitas, serta kecintaan terhadap kearifan lokal.

“Festival ini menjadi momentum penting dalam upaya memperkuat identitas budaya daerah sekaligus mendorong pengembangan olahraga tradisional di tingkat lokal maupun regional,” ujarnya.

Besei Kambe adalah olahraga tradisional suku Dayak Ngaju di Kalteng yang berarti "Dayung Hantu" atau "mendayung arwah/nenek moyang".

Pada lomba ini, peserta beradu mendayung perahu berlawanan arah, di mana dua regu saling tarik-menarik dalam satu perahu hingga mencapai batas tertentu, menyerupai tarik tambang di air.

Lomba Besei Kambe, bukan sekadar ajang kompetisi, tetapi juga merupakan wujud nyata pelestarian budaya lokal yang menjadi identitas dan kebanggaan masyarakat Kapuas.

Sedangkan Lomba Manyipet adalah kompetisi olahraga tradisional khas suku Dayak yang menguji kemahiran menggunakan sipet atau sumpit, yang pada zaman dahulu merupakan keahlian wajib pria Dayak untuk berburu di hutan atau alat pertahanan diri dalam perang.

Menyipet tidak hanya menjadi bagian dari pelestarian budaya, tetapi juga sebagai ajang persiapan menghadapi Lomba Isen Mulang yang akan dilaksanakan di Palangka Raya pada Mei mendatang.

Lomba Besei Kambe diikuti 32 peserta Putra Kategori Umum dan Pelajar serta 21 peserta Putri Kategori Umum dan Pelajar.

Sedangkan Menyipet, diikuti 34 peserta yang terdiri dari 25 laki-laki dan 9 perempuan, yang berasal dari berbagai kecamatan, organisasi, instansi, hingga sekolah. (yul/ra)

Pewarta: Yuliansyah

Journalist - Kapuas

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Next Post

Hadiri Grand Final Jagau Linga dan Bawi Kameluh, Ketua TP PKK Kapuas Harap Lahirkan Generasi Berkarakter

Kam Apr 9 , 2026
"Jagau Linga dan Bawi Kameluh diharapkan mampu menjadi duta daerah dalam mendukung pembangunan pariwisata dan pelestarian budaya lokal"

You May Like

TABIRklip