
KOTABARU (TABIRkota) – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Kotabaru, Kalimantan Selatan (Kalsel), melalui Dinas Perpustakaan dan Kearsipan (Dispersip) setempat, menggelar kegiatan story telling (bercerita anak) dalam upaya meningkatkan literasi, khususnya untuk anak usia dini.
Kegiatan yang diikuti siswa Taman Kanak-Kanak (TK) dari sejumlah sekolah di Kotabaru tersebut, dilaksanakan di Ruang Layanan Anak Dispersip, Arba (15/4).
Menurut Sekretaris Dispersip Kotabaru, Asriady Sulaiman, kegiatan tersebut menjadi langkah awal dalam mengaktifkan layanan perpustakaan anak melalui pendekatan yang menyenangkan.
“Ini merupakan program perdana kami di 2026 untuk layanan bercerita anak dan diharapkan menjadi awal bagi kunjungan anak TK dan PAUD lainnya di Kotabaru,” ujarnya.
Program tersebut juga mendukung visi Pemkab Kotabaru dalam peningkatan sumber daya manusia melalui penguatan budaya literasi sejak usia dini.
Pencerita atau storyteller pada kegiatan tersebut, Tya mengatakan, antusiasme anak-anak terlihat sangat baik selama kegiatan berlangsung.
“Kegiatan bercerita kami adakan secara rutin untuk meningkatkan literasi anak, menambah minat baca serta mengenalkan perpustakaan kepada anak-anak,” katanya.
Ia menambahkan, perpustakaan tidak hanya menyediakan buku, tetapi juga berbagai fasilitas pendukung lainnya yang ramah anak.
“Harapannya, ke depan anak-anak akan semakin mencintai buku bacaan,” tambahnya.
Dalam kegiatan tersebut, anak-anak mengikuti sesi bercerita interaktif dengan materi edukatif yang dikemas secara menarik dan menyenangkan.
Mereka tampak aktif berpartisipasi dalam tanya jawab serta menikmati jalannya cerita.
Sementara itu, Kepala TK Cahaya Hati, Umi Hanik mengatakan, pihaknya sangat mengapresiasi kegiatan tersebut dan menilai sangat bermanfaat.
“Program seperti ini sangat baik untuk menumbuhkan minat baca sejak dini,” katanya.
Di akhir kegiatan, anak-anak diajak mengikuti sesi membaca bersama sebagai bentuk pembiasaan budaya literasi sejak dini.
Melalui kegiatan tersebut, Dispersip Kotabaru berharap dapat meningkatkan budaya literasi anak serta menjadikan perpustakaan sebagai ruang belajar yang menyenangkan bagi generasi muda. (cah/ra)




