Modernisasi Pelayanan Air Bersih, Bupati Barito Utara Pimpin Kunjungan ke Perumda Tugu Tirta Malang

“Pada 2027 mendatang ditargetkan sudah ada perubahan signifikan pada pengelolaan dan pelayanan PDAM, baik dari sisi manajemen, pelayanan, maupun infrastruktur pendukung”

Bupati Barut, H Shalahuddin memimpin kunjungan ke Air Minum Tugu Tirta Kota Malang untuk mendukung modernisasi teknologi distribusi dan pelayanan air bersih di daerah (foto: TABIRkota/diskominfosandi)
Bupati Barut, H Shalahuddin memimpin kunjungan ke Air Minum Tugu Tirta Kota Malang untuk mendukung modernisasi teknologi distribusi dan pelayanan air bersih di daerah (foto: TABIRkota/diskominfosandi)

MUARA TEWEH (TABIRkota) – Bupati Barito Utara (Barut), Kalimantan Tengah (Kalteng), H Shalahuddin memimpin kunjungan ke Perusahaan Umum Daerah (Perumda) Air Minum Tugu Tirta Kota Malang, Jawa Timur (Jatim) untuk mendukung modernisasi teknologi distribusi dan pelayanan air bersih di daerah.

Kunjungan bersama Wakil Bupati (Wabup), Felix Sonadie Y Tingan tersebut, merupakan rangkaian kegiatan kaji tiru Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Barito Utara di Kota Malang pada Senin (2/11).

Bupati Barito Utara, H Shalahuddin, dalam siaran pers yang diterima TABIRkota.com di Muara Teweh, ibu kota kabupaten setempat, Selasa (3/11) mengatakan, kunjungan tersebut merupakan langkah strategis sebagai bentuk komitmen nyata dalam mengakselerasi pembenahan manajemen dan penguatan sumber daya manusia.

“Kunjungan bertujuan untuk memastikan peningkatan kualitas pelayanan publik, yang menjadi bagian dari “Program Sebelas Dua Belas” (11 Program Unggulan dan 12 Kegiatan Prioritas),” katanya.

Menurutnya, saat ini potensi kapasitas produksi air di wilayah perkotaan yang kini mencapai 180 liter per detik (130 liter/detik kapasitas daerah ditambah 50 liter/detik dari APBN), serta dukungan pembangunan reservoir di Desa Jingah.

“Meski demikian, potensi tersebut harus diimbangi dengan manajemen dan sistem hidrolika distribusi yang tertata dengan baik untuk melayani 194 ribu jiwa penduduk Barito Utara,” ujarnya.

Ia menambahan, Pemkab Barito Utara menargetkan, pada 2027 mendatang sudah terlihat perubahan signifikan pada pengelolaan dan pelayanan PDAM, baik dari sisi manajemen, pelayanan, maupun infrastruktur pendukung.

“Guna mencapai target tersebut, kita lakukan percepatan penyusunan nota kesepahaman (MoU) sebagai dasar hukum, perumusan program kerja yang terukur dan berorientasi pada kecepatan eksekusi, serta penyiapan perencanaan teknis seperti DED, RAB, hingga business plan komprehensif dengan mengoptimalkan dukungan anggaran daerah,” tambahnya.

Sementara itu, Wabup Barito Utara, Felix Sonadie Y Tingan mengapresiasi sistem pengawasan terintegrasi dan sensor digital yang diterapkan di Perumda Tugu Tirta Kota Malang.

“Sistem pengawasan berbasis sensor dan panel kontrol terintegrasi di sini sangat modern dan sistematis, mirip dengan konsep smart farming,” katanya.

Namun, transformasi teknologi tersebut harus berjalan seiring dengan peningkatan kapasitas SDM, agar pelayanan air minum yang aman dan berkualitas dapat dirasakan masyarakat secara berkelanjutan.

Kunjungan diakhiri dengan diskusi teknis serta peninjauan ruang kontrol command center dan instalasi pengolahan air guna menyiapkan alih teknologi serta penyusunan peta jalan perbaikan Perumda Tirta Mulia Barito Utara menuju 2027. (adv)

Pewarta: Mardedi

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Next Post

Jejak Berkelanjutan di Bumi Dahani Dahanai

Sel Nov 3 , 2026
“Kabut mungkin akan kembali turun di permukaan Sungai Barito esok pagi. Namun, jejak pembangunan yang ditanam PT Adaro Indonesia dengan konsisten, tidak ikut hilang bersama kabut”
(foto kolase: ai)

You May Like

TABIRklip