
MUARA TEWEH (TABIRkota) – PT Pamapersada Nusantara Distrik BEKB selaku kontraktor dari PT Bharinto Ekatama yang beroperasi di Kabupaten Barito Utara (Barut), Kalimantan Tengah (Kalteng), mendorong para siswa di SMP Negeri 1 Teweh Timur agar membangun perilaku hidup sehat dan berani menolak narkoba.
Hal tersebut dilakukan PT Pama BEKB melalui kegiatan Sosialisasi Bahaya Narkoba di SMP Negeri 1 Teweh Timur yang telah dilaksanakan pada Arba (21/10) lalu.
CSR Officer PT Pamapersada Nusantara Distrik BEKB, Vico Randika P melalui keterangan tertulis yang diterima TABIRkota.com, Jumat (23/10) mengatakan, sosialisasi dilaksanakan untuk memberikan pemahaman kepada para siswa mengenai jenis-jenis narkoba, dampak penyalahgunaannya terhadap kesehatan fisik dan mental, serta konsekuensi sosial dan hukum yang dapat ditimbulkan.
“Melalui kegiatan tersebut, para siswa diharapkan mampu mengenali berbagai bentuk penyalahgunaan narkoba dan memahami pentingnya menjaga diri dari pengaruh negatif lingkungan pergaulan,” katanya.
Selain memberikan edukasi, kegiatan tersebut juga mendorong para siswa untuk membangun perilaku hidup sehat, memperkuat karakter, serta berani menolak ajakan yang mengarah pada penyalahgunaan narkoba.
Menurutnya, peran keluarga, sekolah, dan lingkungan masyarakat menjadi faktor penting dalam menciptakan lingkungan yang aman dan mendukung tumbuh kembang generasi muda.
“Dukungan PT Pama BEKB selaku kontraktor PT Bharinto Ekatama dalam kegiatan tersebut merupakan bagian dari komitmen perusahaan melalui program tanggung jawab sosial perusahaan atau Corporate Social Responsibility (CSR), khususnya dalam bidang pendidikan dan kesehatan masyarakat,” ujarnya.
Ia menambahkan, perusahaan berharap kegiatan edukasi tersebut dapat memberikan manfaat positif bagi para siswa serta meningkatkan kepedulian bersama terhadap upaya pencegahan penyalahgunaan narkoba sejak dini.
Melalui sosialisasi tersebut, diharapkan siswa SMP Negeri 1 Teweh Timur dapat menjadi generasi muda yang sehat, berprestasi, berkarakter, dan memiliki ketahanan diri terhadap ancaman narkoba,” tambahnya.
Dengan sinergi antara pihak sekolah, masyarakat, dan perusahaan, upaya menciptakan lingkungan pendidikan yang sehat, aman, dan bebas dari penyalahgunaan narkoba dapat terus diperkuat. (rls/ra)




