
BUNTOK (TABIRkota) – Warga Kecamatan Dusun Hilir, Kabupaten Barito Selatan (Barsel), Kalimantan Tengah (Kalteng) mengeluhkan krisis listrik yang terjadi di wilayah setempat.
Salah seorang warga Kelurahan Mengkatip, Dusun Hilir, Rahman mengatakan, di daerah mereka layanan penerangan listrik hanya menyala selama 12 jam per hari.
“Hingga saat ini kami belum bisa menikmati listrik 24 jam, hanya dari sore hingga pagi hari,” katanya di Buntok, ibu kota Barsel, Senin (4/5).
Setiap hari, katanya, selama 12 jam dari pagi hingga sore, listrik padam sehingga warga di Dusun Hilir tidak bisa menikmati layanan tersebut.
“Padahal Dusun Hilir memiliki sejarah penting sebagai salah satu wilayah awal terbentuknya Kabupaten Barito Selatan, namun hingga saat ini pembangunan masih tertinggal,” katanya.
Dusun Hilir berjarak sekitar 125 hingga 132 kilometer dari Buntok yang ikut serta dalam mosi pembentukan Kabupaten Barito Selatan pada 1956 hingga diresmikan melalui UU No. 27 Tahun 1959.
Sementara itu, warga Dusun Hilir lainnya, Awaludin mengatakan, warga setempat sangat mengharapkan layanan listrik 24 jam dan akses jalur darat yang layak untuk menunjang aktivitas sehari-hari.
“Selain layanan listrik 24 jam, kami sangat berharap adanya akses jalur darat yang layak dan bisa dilewati dengan baik dari Desa Lahei menuju Buntok,” katanya.
Saat ini, di Lahei dan Mengkatip sebenarnya sudah berdiri tower listrik namun tanpa jaringan kabel sehingga sampai saat ini tidak bisa digunakan untuk menunjang layanan. (mad/ra)




