Buka Lomba Kebaya Kartini, Ketua TP PKK Kapuas Ajak Perkuat Peran Perempuan

“Perempuan masa kini harus mampu menjadi pribadi yang mandiri, berdaya saing, serta tetap menjunjung tinggi nilai-nilai budaya bangsa”

Ketua TP PKK Kapuas, Siti Saniah Wiyatno bersama jajaran DWP setempat saat Lomba Kebaya Kartini (foto: TABIRkota/ist)

KUALA KAPUAS (TABIRkota) – Ketua Tim Penggerak (TP) Pemberdayaan Kesejahteraan Keluarga (PKK) Kabupaten Kapuas, Kalimantan Tengah (Kalteng), Siti Saniah Wiyatno mengajak semua pihak untuk bersama-sama memperkuat peran perempuan dalam berbagai bidang kehidupan.

Ajakan tersebut disampaikan Siti Saniah Wiyatno saat membuka kegiatan Lomba Kebaya Kartini sekaligus pertemuan rutin periode Mei 2026, yang diselenggarakan Dharma Wanita Persatuan (DWP) Kapuas di Rumah Jabatan (Rumjab) Bupati setempat, Kuala Kapuas, Arba (6/5).

Menurutnya, peringatan Hari Kartini hendaknya dijadikan momentum untuk memperkuat peran perempuan.

“Kegiatan lomba kali ini merupakan bentuk nyata penghargaan terhadap perjuangan RA Kartini, sekaligus wujud pelestarian budaya dan menanamkan rasa bangga terhadap jati diri bangsa,” ujarnya.

Ia mengatakan, kebaya sebagai warisan budaya, memiliki makna mendalam yang mencerminkan identitas perempuan Indonesia.

“Perempuan masa kini harus mampu menjadi pribadi yang mandiri, berdaya saing, serta tetap menjunjung tinggi nilai-nilai budaya bangsa,” katanya.

Sementara itu, Ketua DWP Kapuas, Silvya Veronita Usis I Sangkai mengatakan, kegiatan tersebut tidak hanya menjadi ajang perlombaan, tetapi juga wadah untuk mempererat kebersamaan antar anggota.

“Lomba Kebaya Kartini menjadi momentum untuk mempererat silaturahmi antar anggota DWP, sekaligus mendorong perempuan agar lebih percaya diri dan berperan aktif dalam pembangunan daerah,” katanya.

Melalui kegiatan tersebut, diharapkan semangat Kartini akan terus hidup dan menjadi inspirasi bagi kaum perempuan, khususnya di Kapuas, untuk terus berkarya serta berkontribusi dalam pembangunan daerah dengan tetap menjunjung tinggi nilai-nilai budaya lokal. (yul/ra)

Pewarta: Yuliansyah

Journalist - Kapuas

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Next Post

Gugatan Ditolak, PN Muara Teweh Minta Prianto Hentikan Aktivitas di Lahan PT NPR

Rab Mei 6 , 2026
"Amar putusan mewajibkan Prianto mengosongkan lahan sengketa dan menghentikan seluruh kegiatannya serta menanggung biaya perkara senilai Rp26,8 juta"

You May Like

TABIRklip