
MUARA TEWEH (TABIRkota) – Korban selamat dari pembantaian sadis di Desa Benangin II, Kecamatan Teweh Timur, Kabupaten Barito Utara (Barut), Kalimantan Tengah (Kalteng), Alfian (40) harus menjalani operasi dan perawatan intensif di RSUD Muara Teweh akibat luka tusukan senjata tajam (sajam) di paru-paru.
Menurut istri korban Alfian, Mila, sang suami harus menjalani operasi Senin (20/4) malam akibat luka serius yang dideritanya.
“Suami saya tiba di RSUD Muara Teweh setelah dievakuasi dari Benangin II sekitar pukul 11.00 Wib dan dijadwalkan menjalani operasi nanti malam sekitar pukul 20.00 Wib,” ujarnya.
Ia mengatakan, kabar perihal nasib nahas yang menimpa suaminya ia dapatkan dari sang mertua, pada Ahad (19/4) malam sekitar pukul 22.00 Wib.
“Saat mendapatkan kabar itu, saya sedang berada di kampung,” katanya.
Ia menambahkan, menurut kabar yang ia terima, sang suami menderita luka bacok akibat diserang orang.
“Suami sempat dirawat di Puskesmas Benangin namun karena kondisi lukanya yang parah, kemudian dirujuk ke RSUD Muara Teweh,” tambahnya.
Sebelumnya, terjadi aksi pembantaian sadis terhadap satu keluarga di area perusahaan pemegang Hak Pengusahaan Hutan (HPH), PT Timber Dana, di daerah perbatasan Kalteng – Kalimantan Timur (Kaltim) pada Ahad (19/4) sekitar pukul 16.30 Wib.
Akibat peristiwa berdarah tersebut, lima orang meninggal dunia, masing-masing Cuah (55), Hasna (40), Tasya Haulina (17), David (3) dan Ono (50).
Hingga saat ini, aparat berwenang belum mengeluarkan pernyataan resmi dan masih melakukan penyelidikan serta pengejaran terhadap para terduga pelaku. (ded/ra)




