Respons Keluhan Warga, DPRD Kotabaru Sidak Minimarket Cari Penyebab Kelangkaan Susu UHT

“DPRD Kotabaru akan segera berkoordinasi dengan instansi terkait guna memastikan distribusi susu UHT kembali normal, sehingga kebutuhan masyarakat dapat terpenuhi”

Komisi II dan Komisi III DPRD Kotabaru bersama Disperindag setempat, melakukan sidak ke minimarket terkait kelangkaan susu UHT (foto: TABIRkota/ist)

KOTABARU (TABIRkota) – Gabungan Komisi II dan III Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Kotabaru, Kalimantan Selatan (Kalsel) melakukan inspeksi mendadak (sidak) untuk mencari penyebab kelangkaan susu UHT putih di sejumlah minimarket.

Sidak yang dipimpin Anggota Komisi II DPRD Kotabaru, Abu Suwandi dan H Abdul Kadir tersebut, dilaksanakan bersama Dinas Koperasi Perindustrian dan Perdagangan (Diskoperindag) setempat, Senin (13/4).

Menurut Abu Suwandi, sidak dilaksanakan sebagai tindak lanjut atas keluhan masyarakat yang kesulitan memperoleh produk susu UHT putih dalam beberapa waktu terakhir.

“Dalam sidak kita meninjau ketersediaan stok di sejumlah gerai ritel modern, di antaranya Grand Surya, Wijaya Mart, Winmart serta Indomaret,” ujarnya.

Selama kegiatan sidak, katanya, selain memantau ketersediaan stok, rombongan juga berdialog dengan para pedagang untuk mengetahui penyebab kelangkaan.

“Berdasarkan hasil sementara di lapangan, kelangkaan disebabkan keterbatasan pasokan dari distributor, yang berdampak pada menipisnya stok di tingkat pedagang,” katanya.

Atas kondisi di lapangan, tambahnya, DPRD Kotabaru akan segera berkoordinasi dengan instansi terkait guna memastikan distribusi kembali normal, sehingga kebutuhan masyarakat dapat terpenuhi.

“Kelangkaan harus segera diatasi agar tidak merugikan masyarakat dan kami akan mendorong langkah cepat dari distributor maupun pemerintah daerah,” tambahnya.

Sementara itu, H Abdul Kadir mengatakan, pentingnya pengawasan distribusi bahan kebutuhan pokok, termasuk produk susu, untuk mencegah terjadinya penimbunan maupun spekulasi harga di pasaran.

“Kami mengusulkan pendataan terhadap pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) di Kotabaru, agar distribusi barang yang terbatas dapat dilakukan secara merata, terutama bagi pelaku usaha seperti kafe yang bergantung pada pasokan susu,” katanya.

Sementara itu, Sekretaris Diskoperindag Kotabaru, Ary Mardani, mengatakan pihaknya akan terus memantau kondisi di lapangan serta berkoordinasi dengan distributor guna menjaga kestabilan pasokan dan harga.

“Kami akan menyurati seluruh distributor agar segera memenuhi kebutuhan susu UHT di Kotabaru,” katanya.

Pemerintah daerah juga mengimbau masyarakat agar tidak melakukan pembelian secara berlebihan serta tetap tenang sambil menunggu distribusi kembali normal dalam waktu dekat. (adv)

TABIRkota

Dari Banua Untuk Dunia

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Next Post

Resmikan Wisma UPTD BLK Tanjung, Bupati Tabalong: Komitmen Tingkatkan Kualitas Layanan Pelatihan Kerja

Sen Apr 13 , 2026
"Peresmian Wisma UPTD BLK Tanjung merupakan bagian mewujudkan salah satu program prioritas Tabalong Smart, yaitu mencetak 15.000 tenaga terampil"

You May Like

TABIRklip