
BARABAI (TABIRkota) – Sastrawan Kalimantan Selatan (Kalsel) asal Kabupaten Hulu Sungai Tengah (HST), Masruswian, menorehkan prestasi dari ujung penanya dengan empat kali meraih Juara I Lomba Cipta Puisi Nasional.
Menurutnya, puisi terbaru yang bertajuk “sunyi yang menyimpanmu” berhasil mengantarkannya kembali meraih juara pertama di 2026, setelah melalui berbagai proses penilaian ketat.
“Bukan sampai di situ, karya puisi tersebut juga akan diterbitkan bersama ratusan penyair dalam Antologi Puisi Penyair Indonesia 2026,” ujarnya, di Barabai, Ibu Kota HST, Senin (23/2).
Kemenangan tersebut, katanya, bukan sekadar penghargaan, namun bagian dari proses panjang dan komitmen dalam berkarya.
“Puisi adalah perjalanan batin, bukan hanya rangkaian kata, tapi bagaimana kita menelaah kehidupan dan merawat kepekaan,” katanya.
Sedari remaja, Masruswian telah menekuni dunia kepenulisan, namanya dikenal luas usai menjadi penulis aktif cerita rakyat banjar “Si Palui” di salah satu surat kabar harian pada 1999-2005.
Konsistensinya menulis terus berlanjut melalui berbagai karya, seperti puisi, cerita rakyat dan artikel kebudayaan serta sejarah.
Beberapa bukunya antara lain Kebudayaan Suku Banjar (2000) dan Mozaik Hening (2026), namanya juga tercatat dalam buku Leksikon Penyair Kalimantan Selatan (1930–2020) sebagai bagian dari khazanah penyair Banua.
Masruswian menambahkan, prestasi yang diraih menjadi penyemangat, tidak hanya bagi dirinya, melainkan bagi pegiat sastra di HST.
“Semoga prestasi tersebut menjadi motivasi pribadi dan rekan-rekan sastrawan HST untuk terus berkarya dan percaya bahwa putra daerah bisa berdiri sejajar di Nasional,” tambahnya.
Saat ini, Masruswian aktif sebagai Wakil Ketua Dewan Kesenian HST, Sekretaris Kerukunan Sastrawan HST, serta penggerak berbagai komunitas literasi dan budaya di daerah.
Sebelumnya, Masruswian juga meraih Juara I Lomba Cipta Puisi Nasional pada 2021, 2022, dan 2025 hingga yang terbaru 2026 ini. (fer)




