
MUARA TEWEH (TABIRkota) – Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Barito Utara (Barut), Kalimantan Tengah (Kalteng), mengungkapkan temuan 17 kasus HIV hingga awal 2026.
Menurut Kepala Dinkes Barut, Pariadi, temuan tersebut disampaikan sebagai bentuk transparansi sekaligus peringatan dini bagi masyarakat, agar kasus tidak terus bertambah.
“Data (kasus HIV, red) diperoleh dari hasil pemeriksaan serta laporan rutin fasilitas pelayanan kesehatan, baik puskesmas maupun rumah sakit,”ujarnya di Muara Teweh, ibu kota Barut, Selasa (24/2).
Ia mengatakan, meski jumlah kasus tersebut relatif terkendali, langkah-langkah antisipatif tetap harus terus diperkuat.
“Kami mengajak masyarakat tetap tenang, namun tetap tidak mengabaikan kewaspadaan karena pencegahan HIV sangat bergantung pada perilaku hidup sehat dan menghindari tindakan berisiko,” katanya.
HIV atau Human Immunodeficiency Virus merupakan virus yang menyerang sistem kekebalan tubuh, yang apabila tidak ditangani dengan terapi yang tepat, dapat berkembang menjadi AIDS.
Karena itu, deteksi dini melalui tes sukarela sangat dianjurkan, khususnya bagi kelompok dengan faktor risiko tertentu.
Pariadi menambahkan, Dinkes Barut terus menggencarkan edukasi dan sosialisasi kepada masyarakat, termasuk di lingkungan sekolah dan komunitas terkait HIV/AIDS.
“Kita menyediakan layanan konseling serta tes HIV gratis di sejumlah fasilitas kesehatan, guna mempermudah akses pemeriksaan,”.
Selain upaya pencegahan, pendampingan bagi orang dengan HIV juga menjadi perhatian utama dengan memastikan ketersediaan obat antiretroviral (ARV) agar pasien dapat menjalani pengobatan secara rutin dan berkesinambungan.
Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Barut sendiri berkomitmen untuk terus memperkuat sinergi lintas sektor dalam penanggulangan HIV/AIDS.
Melalui kolaborasi bersama tokoh masyarakat, lembaga pendidikan dan berbagai elemen lainnya, diharapkan kesadaran masyarakat meningkat sehingga angka kasus dapat ditekan. (ded/ra)




