
RANTAU (TABIRkota) – Bupati Tapin, Kalimantan Selatan (Kalsel), H Yamani bersama Wakil Bupati (Wabup) setempat, H Juanda berkeliling kabupaten hingga malam hari untuk meninjau secara langsung beberapa titik lokasi banjir, Selasa (6/1).
Peninjauan di awali dengan memantau akses jalan menuju sekolah SMKN 1 Tapin Selatan yang tergenang air hingga sejauh 3 kilometer, dilanjutkan ke Kelurahan Raya Belanti serta sekolahan SDN 10 Binuang dan tanggul air yang jebol.
Kunjungan di lanjutkan ke Sungai Rutas, Kecamatan Candi Laras Selatan (CLS), SDN Sungai Rutas 2 dan diteruskan ke Baulin, Candi Laras Utara (CLU).
Terakhir, Bupati bersama rombongan melakukan peninjauan kondisi banjir di Masta, Bakarangan hingga malam hari.
Menurut Bupati Tapin, H Yamani, peninjauan dilakukan untuk melihat secara langsung kondisi banjir dan dampaknya terhadap warga serta situasi di lapangan.
“Kita ingin melihat langsung lokasi dan kondisi banjir agar dapat lebih mudah dalam mengambil kebijakan penanganan,” ujarnya.
Ia mengatakan, penanganan banjir akan dilakukan dengan menyesuaikan masing-masing lokasi dan kondisi atau tingkat keparahannya.
“Seperti di Kelurahan Raya Belanti, secara bertahap akan kita lakukan perbaikan jalan yang tinggi agar tidak tergenang lagi dan perbaikan tanggul air yang jebol,” katanya.
Sedangkan untuk bangunan sekolah seperti SDN Binuang 10 dan SDN Sungai Rutas 2, akan dilakukan perbaikan pada tahun ini, baik rehab total maupun relokasi.
Sementara itu, Wakil Bupati (Wabup) Tapin, H Juanda mengatakan, saat peninjauan juga dilakukan penyaluran bantuan kepada warga terdampak banjir.
“Pemberian bantuan logistik diberikan sebagai bentuk kehadiran pemerintah daerah kepada warga terdampak Banjir di seluruh wilayah Kabupaten Tapin,” katanya.
Dengan mengunjungi semua lokasi banjir, bantuan yang diberikan secara langsung dapat disalurkan secara merata.
Melalui kegiatan peninjauan langsung tersebut, diharapkan langkah penanganan dapat segera dilakukan sehingga banjir dapat ditanggulangi, warga terdampak terayomi serta fasilitas umum yang rusak dapat kembali difungsikan. (ati/ra)




