
RANTAU (TABIRkota) – Ketua TP PKK Kabupaten Tapin, Kalimantan Selatan (Kalsel), Hj Faridah Yamani menyampaikan rasa bangga atas keberhasilan kabupaten setempat menurunkan prevalensi stunting menjadi terendah se-Kalsel.
Hal tersebut disampaikan Hj Faridah Yamani saat menghadiri kegiatan Sosialisasi Pola Asuh Anak Dalam Rangka Penanganan Stuntin bersama Wakil Ketua TP PKK Tapin, Hj Elya Hartati Juanda di Desa Kambang Baru, Kecamatan Salam Babaris, Selasa (12/8).
“Berdasarkan hasil Survei Status Gizi Indonesia (SSGI) tahun 2024, prevalensi stunting di Tapin kini berada di angka 13,2 persen hingga menjadi satu-satunya daerah di Kalsel yang berhasil melampaui target nasional di bawah 14 persen,” ujarnya.
Penurunan tersebut, katanya, menunjukkan tren positif sejak empat tahun terakhir.
“Dari 33,5 persen pada 2021, turun drastis ke 14,5 persen pada 2022, kemudian 14,4 persen di 2023 hingga menyentuh 13,2 persen di 2024,” katanya.
Ia menambahkan, ada banyak faktor penyebab terjadinya stunting, tidak hanya perihal gizi tapi juga aspek lingkungan, sosial, psikologis dan pola pengasuhan yang baik bagi anak.
“Pola asuh anak yang baik sangat penting dalam pencegahan stunting salah satunya melalui pemberian ASI eksklusif selama enam bulan dan pemberian MP-ASI yang bergizi,” tambahnya.
Selain itu, pemantauan tumbuh kembang anak secara berkala di posyandu juga perlu dilakukan.
Para kader PKK diharapkan dapat menjadi agen perubahan di masyarakat dalam upaya pencegahan stunting.
Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Tapin sendiri bekerja sama dengan TP PKK Kabupaten, terus berupaya semaksimal mungkin untuk menurunkan angka potensi kejadian stunting.
Melalui kerja sama semua pihak, diharapkan angka stunting di Tapin dapat terus ditekan. (ati/ra)