Dampak Karhutla di Barsel Kalteng, Dinkes Catat Ribuan Kasus ISPA

“Data Dinkes Barsel mencatat sebanyak 1.295 kasus ISPA telah terjadi pada Agustus dan 1.143 kasus pada September lalu”

Kadinkes Barsel, Dadang Baskoro Nugroho (foto: TABIRkota/akhmad madani)
Kadinkes Barsel, Dadang Baskoro Nugroho (foto: TABIRkota/akhmad madani)

BUNTOK (TABIRkota) – Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) dan kabut asap yang melanda Kabupaten Barito Selatan (Barsel), Kalimantan Tengah (Kalteng), selama berbulan-bulan berdampak pada gangguan kesehatan masyarakat yang mengakibatkan ribuan kasus Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA).

Menurut Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Barsel, Dadang Baskoro Nugroho, kabut asap akibat karhutla menjadi perhatian serius sektor kesehatan karena berkaitan dengan gangguan pernapasan yang dialami masyarakat.

“Data Dinkes Barsel mencatat sebanyak 1.295 kasus ISPA pada Agustus dan 1.143 kasus pada September lalu,” ujarnya di Buntok, ibu kota Barsel, Jumat (16/10).

Hingga Oktober ini, tercatat angka kumulatif sebanyak 9.894 orang yang disebut dapat ditangani melalui layanan kesehatan, yang didukung 12 puskesmas serta rumah oksigen yang tersebar di wilayah Barsel.

Ia mengatakan, Dinkes Barsel terus mengupayakan pelayanan bagi masyarakat yang mengalami gangguan kesehatan akibat kabut asap, terutama warga yang mengalami keluhan pernapasan.

“Masyarakat diimbau agar segera memeriksakan diri ke fasilitas kesehatan apabila mengalami sesak napas atau gejala gangguan pernapasan yang semakin memburuk,” katanya.

Ia menambahkan, masyarakat juga diimbau agar meningkatkan kewaspadaan terhadap dampak kabut asap dengan menggunakan masker saat berada di luar rumah dan mengurangi aktivitas di luar ruangan apabila tidak mendesak.

“Jaga kondisi tubuh dengan mengonsumsi sayur, buah dan vitamin sesuai kebutuhan serta tidak melakukan pembakaran lahan secara sembarangan,” tambahnya.

Upaya pencegahan kebakaran, penanganan di lapangan serta perlindungan kesehatan masyarakat diharapkan dapat berjalan beriringan agar dampak karhutla di Barsel dapat ditekan dan bencana segera berakhir. (mad/ra)

Pewarta: Akhmad Madani

Journalist - Barito Selatan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Next Post

“Dikepung” Karhutla Berbulan-Bulan, Ekosistem Hutan di Barsel Kalteng Rusak

Jum Okt 16 , 2026
“Karhutla bukan hanya menyebabkan kabut asap, tetapi juga kerusakan ekosistem hutan karena matinya berbagai jenis tumbuhan dan satwa”
Kalak BPBD Barsel, Agus In Nyulius (foto: TABIRkota/akhmad madani)

You May Like

TABIRklip